Breaking News:

Sayembara Penanda Keistimewaan Sesuai Visi Misi Gubernur

Arah kebijakan pembangunan dilakukan dengan pengembangan dan perhatian khusus di wilayah Yogyakarta selatan

TRIBUNJOGJA.COM/DWI NORMA HANDITO
Jumpa pers Sayembara Desain Kawasan Terpadu Penanda Keistimewaan di Dinas Pariwisata DIY, Selasa (12/9/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sayembara Desain Kawasan Terpadu Penanda Keistimewaan menjadi awal dari rencana pembangunan tetenger atau penanda Keistimewaan DIY yang akan dibangun di pesisir selatan tepatnya di atas bukit di Parangtritis, Bantul.

Diketahui rencana kawasan terpadu penanda keistimewaan ini sudah ditetapkan oleh Gubernur DIY melalui SK Gubernur DIY No 102/TIM/2017.

Terkait pemilihan di sisi selatan DIY, menurut Didik Purwadi, Asisten Keistimewaan DIY, hal ini sesuai dengan arah kebijakan visi misi Gubernur DIY tahun 2017-2022, yaitu "Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja."

Dimana arah kebijakan pembangunan dilakukan dengan pengembangan dan perhatian khusus di wilayah Yogyakarta bagian selatan, yang masih terdapat kantong kemiskinan di daerah selatan. Pembangunan ini seperti dengan adanya jalan jalur lintas selatan atau JJLS.

JJLS dalam konteks strategis pengembangan wilayah DIY akan menghubungkan bandara baru di Kulonprogo hingga pantai pantai di kabupaten Gunungkidul.

Dimana nantinya pada jalur JJLS juga akan terdapat ruas Parangtritis Girijati atau yang akan disebut kelok 18.

Nantinya kawasan Terpadu Penanda Keistimewaan akan berada di atasnya.

"Nah kalau itu berkelok kelok indah nian dibiarkan saja, nah ini bagus sekali ditempatkan penanda Keistimewaan, dari sana bisa melihat Jogja secara keseluruhan dan melihat Jogja dari berbagai arah," kata Didik, Selasa (12/8/2017).

Dengan adanya Sayembara Desain Kawasan Terpadu Penanda Keistimewaan diharapkan peran serta dan melibatkan dari masyarakat atau banyak pihak untuk berpartisipasi demi hasil yang optimal.

Nantinya hasil lomba dari sayembara ini akan diformulasikan dan dirangkai dalam bentuk Masterplan Pengembangan Kawasan Terpadu Penanda Keistimewaan DIY.

Sayembara sudah dimulai dan dilaunching pada 12 September 2017 dan pendaftaran dan pengumpulan desain dibuka hingga 7 November 2017.

Selanjutnya akan dilakukan penjurian tahap pertama pada 8-9 November 2017 dan dilanjutkan dengan pengumuman enam karya terbaik pada 10 November 2017.

Kemudian penjurian tahap kedua dan penetapan pemenang akan dilakukan pada 17 November 2017. Nantinya akan ada juara 1,2,3 dan juara harapan 1,2 dan tiga.

Juara 1 akan mendapatkan Rp 40 juta, juara 2 Rp 30 juta dan juara 3 Rp 20 juta, sementara juara harapan 1 akan mendapatkan 12,5 juta, juara harapan 2 Rp 10 juta dan juara 3 Rp 7,5 juta.

Diharapkan pada akhir 2017 bisa didapatkan desain final dan kemudian pada 2018 sudah bisa dimulai proses selanjutnya seperti kajian DED dan sebagainya bagian dari masterplan.

Karena masih dalam tahap desain dan masterplan, belum diketahui berapa jumlah anggaran untuk pembangunan Kawasan Terpadu Penanda Keistimewaan tersebut, namun Didik mengatakan pihaknya terbuka mengenai berapa biayanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: dnh
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved