Soal Atlet Bisa Diterima CPNS Jalur Khusus, Ini Jawaban Ketua KONI DIY
Secara prinsip sebenarnya KONI memiliki program memproteksi atlet agar tidak menyeberang ke daerah lain.
Penulis: dnh | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terkait dengan wacana atlet berprestasi diterima jadi CPNS jalur khusus seperti yang disebutkan Menpora, Ketua KONI DIY dr Hadianto Ismangoen sudah mengetahui hal tersebut dari berita.
Namun dia belum tau secara persis terkait tata cara dan kriteria seperti apa.
Ketika dihubungi wartawan pada Senin (11/9/2017) pria yang akrab disapa dokter Antok ini mengatakan bahwa secara prinsip sebenarnya KONI memiliki program memproteksi atlet agar tidak menyeberang ke daerah lain.
Satu di antaranya adalah bisa diangkat sebagai PNS dan ini pernah dilakukan sebelumnya.
"Pada prinsipnya kita dalam program KONI ini ada tiga, memberi kesempatan melanjutkan pendidikan, kedua BUMD, terus kemudian pegawai negeri," katanya.
Namun terkait dengan dasar kriteria menurut dokter Antok saat ini tengah direncanakan.
Terkait dengan penerapan selama ini, menurutnya seperti untuk BUMD, mengambil contoh dalam sepakbola, Asprov yang mengusahakan dan ditembuskan ke KONI sebagai landasan rekomendasi.
Menurutnya tentu harus ada kriteria prestasi yang pernah dicapai, untuk bisa masuk ke tiga program yang disebutkan di awal.
Upaya memproteksi atlet dengan memberikan penhargaan seperti menjadi pegawai BUMD dan PNS menurutnya efektif untuk dilakukan di DIY.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pelepasan-atlet-popnas-2017_20170905_131847.jpg)