Suhu Panas Sering Sebabkan Jemaah Haji Sakit

Dengan kondisi suhu ekstrim dan rangkaian ibadah yang menguras tenaga itu dibutuhkan kondisi tubuh yang benar-benar fit.

Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
Haramain Info
ILUSTRASI: Jamaah haji melaksanakan tawaf 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Suhu di Arab Saudi pada siang hari mencapai 50 derajat Celcius saat pelaksanaan ibadah haji. Kondisi tersebut seringkali menyebabkan jemaah asal Indonesia jatuh sakit lantaran tidak kuat dengan cuaca ekstrim.

"Terutama saat rangkaian ibadah di Armina (Arofah-Muzdalifah-Mina). Selain harus menempuh perjalanan jauh, cuaca ekstrim harus dihadapi jamaah," kata Waznan Fauzi, Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Klaten, Rabu (6/9/2017).

Menurutnya rangkaian ibadah selama lima hari yang menjadi puncak ibadah haji itu harus dijalani dengan kondisi yang fit. Pasalnya dengan kondisi suhu ekstrim dan rangkaian ibadah yang menguras tenaga itu dibutuhkan kondisi tubuh yang benar-benar fit.

"Banyak kasus jamaah haji harus mendapatkan perawatan medis atau bahkan meninggal dunia saat rangkaian ibadah di Armina. Namun hingga saat ini satu orang jamaah haji asal Klaten yang dilaporkan meninggal dunia," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved