Breaking News:

Jumlah Hewan Kurban yang Terjangkit Cacing di Bantul Menurun

Kebanyakan yang ditemukan adalah cacing daun atau cacing hati. Cacing ini memang banyak diketemukan di saluran empedu hewan ternak.

Penulis: sis | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Dwi Nourma Handito
ILUSTRASI: Petugas mengeluarkan cacing dari organ hati sapi pemberian Presiden Joko Widodo yang dipotong di Dusun Bodowaluh, Srihardono, Pundong, Jumat (1/8/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hening Wasisto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jumlah hewan kurban yang terjangkit penyakit cacing hati di Bantul menurun tahun ini. Meski menurun, permasalahan utama masih ada pada pemahaman masyarakat yang salah kaprah terhadap penyakit cacing pada ternak.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Hewan DPPKP Bantul drh Subeno mengungkapkan, selama Idul Adha kemarin diketemukan 170 ekor sapi yang terjangkit cacing hati.

Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 231ekor. Untuk kambing sebanyak 48 ekor, sedangkan domba 23 ekor.

Subeno juga menyoroti isu yang berkembang di masyarakat akhir-akhir ini, yakni soal cacing hati. Menurutnya, masyarakat salah kaprah yang menyebut bahwa itu cacing pita. Disebutkan dia ada tiga bentuk cacing yang bisa menjangkiti ternak, yakni bilik, pita, dan cacing daun.

Kebanyakan yang ditemukan kemarin, katanya, adalah cacing daun atau cacing hati. Cacing ini memang banyak diketemukan di saluran empedu hewan ternak. Hewan ternak yang terjangkiti cacing ini pun bisa diketahui kesehatannya.

"Kita bisa mengetahui hewan mana yang kena cacing hati dengan cara pemeriksaan mikroskopik. Cacing ini juga sangat mudah untuk diobati," kata Subeno, Senin (4/9/2017)

Lebih lanjut Subeno menerangkan, bagian hati yang terjangkiti cacing ini setelah pemotongan hanya perlu dibakar atau dikubur.

"Untuk hati yang tidak rusak tetap aman dikonsumsi. Dan yang perlu diketahui cacing ini sangat jarang bermigrasi ke daging," jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved