Bupati Bantul Mengaku Tak Tega Menggusur

Warga tidak mengindahkah surat peringatan tersebut. Oleh sebab itu, Pemkab melakukan pembongkaran secara paksa.

Bupati Bantul Mengaku Tak Tega Menggusur
TRIBUNJOGJA.COM/ Hening Wasisto
Sejumlah warga Parangkusumo Kretek Bantul bersama LBH Yogyakarta saat datangi Pengadilan Negeri Bantul, Senin (4/9). Kedatangan mereka guna menggugat menggugat Bupati Bantul, Suharsono, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terkait penggusuran kawasan gumuk pasir Parangkusumo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hening Wasisto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menanggapi tuntutan warga Parangkusumo Kretek Bantul yang meminta lahan relokasi dan hunian layak termasuk uang ganti rugi yang cukup besar, Bupati Bantul, Suharsono tak bisa berkomentar banyak.

Menurutnya, semua wewenang tersebut ada di pemerintahan Provinsi. Dia hanya menyarankan gugatan tersebut sebaiknya dilayangkan ke Provinsi.

Sementara perihal penggusuran warga menurutnya sudah dijalankan sesuai prosedur. Dia pun siap menghadapi gugatan yang sudah dilayangkan ke pengadilan.

"Soal penggusuran tersebut pemkab Bantul hanya menjalankan perintah Pemprov DIY. Yang kami lakukan hanya menjalankan perintah," ujarnya, Senin (4/9/2017).

"Pemkab tidak punya kekuasaan apapun, sekali lagi hanya melakukan perintah dari Provinsi. Dalam hati kecil saya, sebenarnya saya tidak tega melakukannya (penggusuran). Namun, karena ini merupakan tugas bagaimanapun harus kami lakukan, tapi ya sesuai prosedur," tambahnya.

Dijelaskannya, sebelum menggusur puluhan bangunan di lahan tersebut, waktu itu Pemkab sudah melayangkan tiga kali surat peringatan. Sayangnya warga tidak mengindahkah surat peringatan tersebut. Oleh sebab itu, Pemkab melakukan pembongkaran secara paksa.

"Kami melakukan eksekusi sesuai aturan. Kalau dibilang kasar, anarkis, sama sekali tidak. Kami tetap manusiawi," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sis
Editor: Ari Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved