Proses Seleksi Popnas Diduga Ada Atlet Titipan
Ada dua atlet yang tidak masuk dalam seleksi tingkat provinsi namun bisa masuk dalam tim pelatda.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Proses Seleksi atlet karate Popnas disayangkan oleh beberapa pengurus Federasi Olahraga Karate-Do (Forki) di DIY.
Mereka memandang terdapat unsur nepotisme dan atlet titipan dalam enam atlet karate yang terpilih tersebut.
Sekretaris umum perguruan INKAI yang sekaligus Ketua 3 Forki DIY bidang pertandingan dan perwasitan Sensei Julius Sembiring mengatakan, ada dua atlet yang tidak masuk dalam seleksi tingkat provinsi namun bisa masuk dalam tim pelatda.
Kedua atlet tersebut berinisial K dan F.
Keduanya juga lolos dalam enam atlet yang akan turun di Popnas mendatang.
Pihaknya dan beberapa pengurus sejak awal sudah memprotes masuknya dua atlet tersebut. Baik berkirim surat ke Forki DIY maupun juga BPO DIY.
"Sepertinya Ketum Forki DIY mengabaikan aspirasi perguruan dan Forki daerah. Sedangkan BPO angkat tangan dan justru mengembalikan ke Pengda," ujarnya.
Dalam hal tersebut, dirinya menuding Irwansyah Ginting sebagai pelatih pelatda karate memasukan dua muridnya dalam tim pelatda.
Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Irwansyah Ginting membantah semua tudingan tersebut.
Ia menuturkan bahwa protes tersebut salah kamar dan hanya memaksakan kehendak pihak-pihak yang atletnya tidak lolos seleksi.
"Proses seleksi atlet Popnas sudah sesuai parameter dan ada instrumen penilaiannya. Jadi protes itu salah sasaran," jawabnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/popda-klaten_20170901_233927.jpg)