Tren Modus Penipuan Investasi di DIY Berubah-ubah

Rata-rata di DIY adalah investasi komoditi berjangka, seperti emas atau produk pertanian seperti singkong di Gunungkidul.

Tren Modus Penipuan Investasi di DIY Berubah-ubah
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Ombudsman (LO) DIY menilai banyak perusahaan bersifat legal atau memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun dalam proses menghimpun dana, cara-caranya sudah tidak sesuai faedah.

Kepala Bidang Pelayanan dan Investigasi LO DIY Hanum Aryani mengatakan, tren modus atau bentuk penipuannya selalu berubah-berubah.

Namun, rata-rata perusahaan telah memiliki atau masih mengurus legalitas administrasi.

"Trennya perusahaan legal dulu tapi cara menghimpun uang itu yang ilegal atau bermasalah," ujar Hanum pada Kamis (31/8/2017).

Terkait modus penipuan, Hanum menyebut investasinya bermacam-macam.

Rata-rata di DIY adalah investasi komoditi berjangka, seperti emas atau produk pertanian seperti singkong di Gunungkidul.

"Mereka juga iming-iming balik modal yang cepat dan berlipat-lipat, hanya dalam tiga bulan sudah bisa balik modal sampai 300 persen, kan sangat tidak masuk akal," tuturnya.

Banyak orang yang berkonsultasi ke kantor LO DIY terkait investasi, tapi tidak semuanya melaporkan karena sedikit masyarakat yang berani atau mau.

Masyarakat tak acuh lantaran tidak ada jaminan kerugian yang hilang karena investasi bodong akan kembali.

"Sehingga untuk mengusutnya kita berkoordinasi dengan Polda untuk jemput bola, meminta keterangan dari perusahaan investasi tersebut," jelasnya. (*)

Penulis: gil
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved