Petugas Medis di DIY ke Papua Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Anak-anak Hingga Kakek-kakek

Sebanyak 21 petugas medis dari RS Nur Hidayah DIY rencananya akan berangkat ke Papua untuk melaksanakan khitanan massal gratis.

Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan
Ilustrasi: Tim medis dari klinik K-24 sedang melaksanakan operasi khitan kepada sejumlah anak-anak dari keluarga sasaran jaminan sosial, Minggu (27/12/2015), di Balai Kota Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 21 petugas medis dari RS Nur Hidayah DIY rencananya akan berangkat ke Papua untuk melaksanakan khitanan massal gratis.

Hal tersebut disampaikan pihak RS Nur Hidayah dalam kunjungannya menemui Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Selasa (29/8/2017).

Ketua Dewan Pengawas RS Nur Hidayah, dr Tri Ermin Fadlina menuturkan khitanan yang dilaksanakan di luar Jawa menjadi agenda rutin selama lima tahun belakangan ini.

"Ke Papua yang kedua. Kalau ke luar Jawa sudah kelima," bebernya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan.

Pelaksanaan pertama khitanan di Papua dilakukan pada tahun 2015.

Dijelaskan Tri Ermin, antusias warga Papua sangat besar.

Baik yang Muslim, Mualaf, maupun non-Muslim mendaftarkan diri untuk ikut khitanan tersebut.

"Pertamanya dulu 1.000 orang yang mendaftar. Tapi sampai di sana jadi 1.300 orang," ungkapnya.

Tidak hanya anak-anak, namun khitanan massal tersebut juga diikuti oleh bapak-bapak dan juga kakek-kakek yang memang di lingkungan tempat tinggalnya tidak tersedia pelayanan kesehatan, khususnya untuk khitan.

"Mulai dari usia 3 bulan sampe 59 tahun untuk tahun kemarin. Kemarin ada yang nggandeng cucunya, ternyata semua (yang ikut dikhitan)," ungkapnya.

Pemilihan lokasi di Papua dijelaskan Tri Ermin karena di daerah-daerah tersebut minim akan pelayanan dan petugas medis.

Pelaksanaan khitanan massal pada tahun ini menyasar 7 daerah di Papua. Mulai dari Jayapura, Kerom, Fakfak, Raja Ampat, Sorong, Manokwari, dan Bintuni. (tribunjogja.com)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved