Breaking News:

Penyusunan Standar Operasional Basarnas untuk Perbaikan Kepuasaan Publik

Diharapkan, outputnya dalam menciptakan suatu ketetapan atau SOP operasi berbasis pelayanan publik.

Penulis: gil | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Ikrar Gilang
Suasana rapat penyusunan standar pelayanan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Senin (28/8/2017) di Hotel Horison Ultima. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rapat penyusunan standar pelayanan publik, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) turut melibatkan tokoh masyarakat, TNI, Polri, Mahasiswa, hingga akademisi.

Diharapkan, outputnya dalam menciptakan suatu ketetapan atau SOP operasi berbasis pelayanan publik.

Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Pusat Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Rizki Titus menjelaskan, selama ini Basarnas dalam melakukan operasi penyelematan, pencarian, dan evakuasi hanya menggunakan prosedur tetap (protap) yang dimiliki Basarnas.

"Perbedaannya sekarang, kita harus tahu apakah masyarakat bisa terima tidak dengan apa yang kita kerjakan, buktinya apa, disini kita menginginkan pengakuan dari masyarakat atas pelayanan kita selama ini," ujar Brigjen Ivan.

Ia menceritakan, selama ini banyak yang menjadi ketidakpuasan masyarakat karena tidak mengetahui protap dari Basarnas.

Dicontohkannya, banyak masyarakat yang terganggu karena operasi dari Basarnas merusak lahan atau tempat bekerja dari masyarakat.

Ada pula keluarga korban yang tidak puas lantaran tidak bisa menemukan anggota keluarganya yang hilang.

"Mungkin pekerjaan kita tidak memberikan kenyamanan, kenapa? karena kita mengerjakan sesuai SOP Basarnas saja dan masyarakat tidak tahu SOP tersebut, sehingga ada miss dan sosialisasi harus kita perluas," tuturnya.

Inspektur Basarnas Brigjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, penyusunan standar pelayanan ini bagian dari reformasi birokrasi.

Total ada delapan area Basarna yang harus dievaluasi dan direformasi. Hasilnya akan dinilai langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

"Nanti akan dinilai apakah ada peningkatan atau tidak, sekarang yang harus diperkuat ini semua lininya," ungkap Brigjen TNI Nugroho. (gil/tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved