Hewan Kurban dari Boyolali Dapat Perhatian Khusus
Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten mewaspadai masuknya hewan ternak, khususnya sapi dan kambing yang mengidap penyakit.
Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Menjelang Idul Adha, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten mewaspadai masuknya hewan ternak, khususnya sapi dan kambing yang mengidap penyakit.
Sapi asal Kabupaten Boyolali masih menjadi perhatian utama.
Kepala DPKPP Klaten, Wahyu Prasetyo mengatakan mendekatu Idul Adha, pengawasan dilakukan intensif di semua wilayah. Namun pengawasan di wilayah perbatasan menjadi prioritas.
"Terutama daerah perbatasan dengan Boyolali. Ini dikarenakan jumlah populasi di Boyolali besar dan sasaran penjualannya di wilayah Klaten," ungkapnya saat memantau pemeriksaan hewan ternak di wilayah Klaten Utara, Jumat (25/8).
Menurutnya besarnya populasi dengan area penjualan yang menyasar masyarakat Klaten, membuat hewan ternak khususnya sapi rawan terjangkit penyakit menular seperti antraks. Kendati demikian, pihaknya enggan menduga-duga.
"Memang daerah perbatasan menjadi prioritas. Kami tidak mau menduga di satu daerah terjangkit penyakit hewan, yang jelas semua hewan dari luar Klaten akan menjadi prioritas pengamanan," paparnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemeriksaan-hewan-kurban_20170825_134814.jpg)