Puteri Indonesia Buka Jalan ke Dunia Hiburan

Di bidang modelling ini, ia pernah berprestasi menjadi top 10 pada ajang model search di tahun yang sama.

Tayang:
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
tribunjogja/bramasto adhy
Karina Nandia Saputri 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengalaman terjun ke industri beauty peagent dan modelling membuka pintu rejeki bagi Karina Nandia Saputri ke dunia hiburan.

Meskipun begitu, ia tetap memprioritaskan pendidikan di tengah kesibukan yang dijalaninya.

Kontes Remaja Ceria Jakarta Timur tahun 2009 menjadi kompetisi perdananya dalam menimba pengalaman di dunia beauty peagent.

Karina, begitu ia akrab disapa, sempat memenangkan kategori Best Catwalk dan berkesempatan bertanding di tingkat provinsi, namun sayang belum mampu memperoleh juara pertama.

Kemudian Karin pun sempat mengikuti ajang Putera Puteri Bahari pada tahun 2011. Kehidupan beauty peagent yang tak jauh dari dunia modelling pun menjadi langkah Karin untuk menyeriusi modelling sejak tahun 2012.

Di bidang modelling ini, ia pernah berprestasi menjadi top 10 pada ajang model search di tahun yang sama.

Dara kelahiran Jakarta, 23 Mei 1993 inipun kembali menantang dirinya untuk berkompetisi dalam Miss Indonesia tahun 2013.

Meskipun belum menorehkan prestasi, namun kontes ini membawa kesempatan baginya untuk menjadi talent dan presenter di sebuah acara fashion di televisi swasta.

Empat tahun berlalu, Karin pun merasa ingin mengakhiri hasratnya terhadap beauty peagent dan ingin fokus ke dunia modelling.

Namun dorongan sang bunda dan teman-teman di sekelilingnya untuk ikut Puteri Indonesia begitu besar, hingga ia memberanikan diri mengambil langkah besar dalam hidupnya.

"Karena mama menuntut aku untuk meneruskan sekolah S2 dan mengusahakan sendiri biayanya, sehingga aku telah menabung dari hasil kerja yang kudapat. Namun untuk ikut Puteri Indonesia, aku harus memotong tabunganku itu untuk beli baju, sepatu, photoshoot dan lain-lain yang tidak sedikit. Dalam mengikuti Puteri Indonesia pun aku berdoa semoga saja dapat S2 dari ajang ini, tidak menjadi juara tidak apa-apa, harapannya bisa membuka pintu rejeki lain untuk bersekolah S2," ujar dara dengan postur tinggi badan 182 cm dan berat badan 62 kg ini.

Sesuai doanya, ia pun mengikuti tes intelegensia pada ajang Puteri Indonesia ini. Kompetisi Puteri Indonesia memberikan kesempatan pada finalisnya yang sudah menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam tes intelegensia.

Mereka menjalani psikotes, wawancara dan tes tertulis tentang manajemen untuk akhirnya dipilih tiga orang yang mendapatkan beasiswa S2.

Kegiatan yang padat membuat dirinya tidak bisa beristirahat dan semakin berat karena tidak bisa berpikir dengan maksimal. Dalam kondisi tubuh yang lelah secara fisik dan mental, ia pun dipaksa menjalani serangkaian tes.

Bahkan ia mengaku sempat ketiduran saat mengerjakan tes tulis lantaran hanya sempat tidur dua jam sebelumnya.

Pengorbanannya pun terbayar lantaran sulung dua bersaudara ini menjadi satu dari tiga puteri dalam kategori intelegensia.

"Setelah ajang ini, banyak yang aku bisa dapatkan, di antaranya membuka link ke media, membuka pintu ke dunia hiburan dan peluang-peluang lain. Secara personal, aku pun memiliki tanggung jawab karena menyandang Puteri Indonesia, aku merasa lebih disiplin, bertambah kemampuan public speaking-nya, lebih tahu pariwisata di Indonesia dan banyak bertemu orang penting yang akhirnya membuat aku semakin dikenal," tutur dara yang kini didaulat menjadi beauty ambassador NMW Skincare ini.

Memiliki segudang pengalaman, rupanya tidak membuat pehobi menyanyi ini berpuas diri. Ia masih ingin menantang dirinya menjadi pekerja kantoran yang bergelut di dunia media, sesuai dengan keilmuan yang pernah ia dapatkan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved