Upacara HUT RI Ke-72, Pesertanya Pakai Sarung dan Peci

Ada yang unik pada upacara tersebut, para santri yang mengikuti upacara bendera nampak mengenakan sarung dan peci.

Upacara HUT RI Ke-72, Pesertanya Pakai Sarung dan Peci
tribunjogja/pradito rida pertana
Pondok Pesantren Ulul Albab, Balirejo menggelar upacara HUT RI ke-72, para peserta dalam upacara tersebut mengenakan sarung dan peci. Kamis (17/8/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan orang santri Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo menggelar upacara bendera memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-72.

Upacara tersebut mengambil tempat di Jalan Balirejo No. 531a RT.52 RW.05, Mujamuju Umbulharjo, Yogyakarta. Kamis (17/8/2017).

Ada yang unik pada upacara tersebut, para santri yang mengikuti upacara bendera nampak mengenakan sarung dan peci.

Pondok Pesantren Ulul Albab, Balirejo menggelar upacara HUT RI ke-72, para peserta dalam upacara tersebut mengenakan sarung dan peci. Kamis (17/8/2017).
Pondok Pesantren Ulul Albab, Balirejo menggelar upacara HUT RI ke-72, para peserta dalam upacara tersebut mengenakan sarung dan peci. Kamis (17/8/2017). (tribunjogja/pradito rida pertana)

Pada upacara teraebut, selain pengibaran bendera dilakukan pula pembacaab teks Proklamasi, Pancasila, serta Pembukaan UUD 1945.

KH. Ahmad Yubaidi, S.H., MH. menjadi pemimpin upacara, dalam amanatnya ia mengajak para santri dan santriwati untuk mengenang jasa para pahlawan.

Seraya menumbuhkembangkan nilai nasionalisme, patriotisme dimasa sekarang dan seterusnya perlu digelorakan.

"Kegiatan peringatan ini penting guna mengingatkan pentingnya bekerja keras dengan dilandasi ilmu, sejarah, agama, ekonomi, politik, hankam, yang berguna untuk mengisi pembangunan bangsa ini," katanya.

Pondok Pesantren Ulul Albab, Balirejo menggelar upacara HUT RI ke-72, para peserta dalam upacara tersebut mengenakan sarung dan peci. Kamis (17/8/2017).
Pondok Pesantren Ulul Albab, Balirejo menggelar upacara HUT RI ke-72, para peserta dalam upacara tersebut mengenakan sarung dan peci. Kamis (17/8/2017). (tribunjogja/pradito rida pertana)

Lanjutnya, ancaman terhadap NKRI dan Pancasila merupakan ancaman terhadap pesantren.

Para santri dan santriwati harus berdiri tegak di barisan paling depan melawan gerakan yg ingin merongrong Pancasila.

"Santri adalah pewaris para wali dan ulama yang memperjuangkan kemerdekaan. Sehingga, nantinya santri-santri dapat diminta untuk mempersiapkan jasmani dan rohani untuk Indonesia," pungkasnya.

Selanjutnya, upacara bendera tersebut ditutup dengan doa untuk para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. (*)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved