Lipsus Tribun Jogja

'Ribuan Orang Datang Memekikkan Kata Merdeka', Ini Kisah Keberanian Warga Jogja Rebut Gedung Agung

Jepang ngotot, kita pun juga ingin segera berkibar. Sama-sama emosi akhirnya berantem, tonjok-tonjokan di dalam. Saya langsung lari keluar gedung

'Ribuan Orang Datang Memekikkan Kata Merdeka', Ini Kisah Keberanian Warga Jogja Rebut Gedung Agung
Tribun Jogja/Hasan Sakri
Samdi (91), pejuang kemerdekaan yang ikut merebut Gedung Agung dari Jepang. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mengenakan seragam kebesaran Legiun Veteran Republik Indonesia, tangan kanan Samdi (91), tampak memegang tongkat yang ujungnya dipasangi bendera merah putih.

Sementara tangan kirinya tampak erat menggenggam tangan istrinya, Siti Mariyem, yang usinya tampak tak jauh berbeda dengan dirinya.

Langkahnya sejenak terhenti ketika ia persis berada di depan gerbang Gedung Agung. Beberapa saat, mulutnya terkunci.

Matanya tampak menyapu area gedung yang kali ini penuh dengan hiasan bendera menyambut perayaan kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.

Bendera yang nyaris memenuhi gedung negara tersebut tampaknya mengantarkan memorinya kembali ke peristiwa 72 tahun lalu.

"Ingatan saya melayang ke kejadian 72 tahun lalu. Saat itu rakyat datang ke gedung ini tanpa rasa takut. Mereka hanya ingin satu, Merah Putih berkibar di gedung ini," kata Mbah Samdi.

Samdi (91), pejuang kemerdekaan yang ikut merebut Gedung Agung dari Jepang.
Samdi (91), pejuang kemerdekaan yang ikut merebut Gedung Agung dari Jepang. (Tribun Jogja/Hasan Sakri)

Dari raut wajahnya tampak sekali ia rasa bangga dengan hiasan merah putih yang memenuhi gedung tersebut.

Ini karena untuk sekadar mengibarkan merah putih, Samdi ingat persis, rakyat Yogyakarta harus berdebat panjang dengan tentara Jepang yang masih menguasai gedung tersebut.

"Kalau sekarang ya saya senang dan bangga, tempat itu sudah jauh lebih baik dari pada dulu ketika kita perjuangkan. Bahkan dulu yang berkibar di dalamnya adalah Bendera Hinomaru milik Jepang,” kata Samdi.

Seiring dengan semangat merayakan kemerdekaan, Samdi mengaku senang masih bisa melakukan napak tilas di Gedung Agung.

Ia seakan ingin menceritakan heroisme perjuangannya kala itu kepada istri dan juga anak-anaknya.

Halaman
1234
Penulis: xna
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved