Proses Pembersihan Lahan Landasan Pacu  New Yogyakarta International Airport Butuh Waktu 4 Bulan

Pekerjaan itu akan dimulai akhir pekan ini juga setelah PT Angkasa Pura I menggelar selamatan dan doa bersama, Jumat (11/8/2017) sore di Palihan.

Proses Pembersihan Lahan Landasan Pacu  New Yogyakarta International Airport Butuh Waktu 4 Bulan
jogjainvest.jogjaprov.go.id
Masterplan bandara baru Yogyakarta di Kulonprogo. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Proses land clearing alias pembersihan lahan untuk landasan pacu (runway) calon bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon diprediksi akan selesai dalam empat bulan ke depan.

Pekerjaan itu akan dimulai akhir pekan ini juga setelah PT Angkasa Pura I menggelar selamatan dan doa bersama, Jumat (11/8/2017) sore di Palihan.

Hal itu diungkapkan oleh Humas PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP), Maju Girsang. PP merupakan perusahaan plat merah yang menjadi mitra kerja PT AP I dalam pekerjaan land clearing lahan bandara tersebut.

Girsang mengatakan, saat ini prioritas pekerjaannya adalah pembersihan lahan yang akan digunakan untuk landasan pacu.

Pihaknya sudah mendatangkan sebanyak 20 unit alat berat yang terdiri dari 10 ekskavator, 4 buldozer, serta dumptruck.

“Kalau ngga ada halangan, besok pagi (Sabtu, 12/8/2017) sudah mulai land clearing, pembersihan secara bertahap dan paralel. Utamanya untuk runway dan taxiway. Ini kan sudah sesuai intruksi pusat bahwa target operasional bandarapada 31 Maret atau 1 April 2019,” kata Girsang di sela acara selamatan PT AP I.

Sejauh ini pihaknya mengaku tidak menemukan adanya kendala yang mungkin akan menjadi masalah saat pekerjaan telah dimulai dan kondisi lahan cukup bagus.

Namun begitu, pihaknya akan memantau kondisi tanah selama pekerjaan jika dibutuhkan tindakan tertentu.

Proses land clearing dengan pembersihan dan perataan lahan serta pemilahan dan penataan pepohonan, disebutnya paling tidak akan membutuhkan waktu empat bulan sebelum dilanjutkan dengan tahapan konstruksi selanjutnya.

Mekanisme pekerjaan selanjutnya yang mencakup pengupasan dan perbaikan tanah, pengurukan dan pengerasan bidang lahan, dan lain sebagainya akan ditentukan setelah desain dari konsultan perencana dihadirkan.

“Penimbunan seharusnya sudah mulai dalam empat bulan pertama ini tapi kita lihat kondisi tanahnya dulu. Setelah di-clearing, lahan akan dikupas dan dilihat bagian mana yang perlu perbaikan tanah,” kata dia.

Terkait pelibatan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja dalam pekerjaan tersebut, Girsang mengatakan pihaknya akan menjalin kerjasama baik dengan masyarakat Kulonprogo, khususnya Temon.

Pasalnya, pekerjaan fisik bandara akan dilakukan paralel untuk bagian runway, akses jalan, dan juga kompeks gedung (terminal dan lainnya).

“Pekerja nanti akan dikelompokkan untuk pengerjaan runway dan gedung. Nanti kita kerjasama dengan masyarakat. Juga nanti mungkin ada supplier lokal atau mitra subkontrak asal sesuai spek yang dibutuhkan,” tandasnya. (tribunjogja.com)

Penulis: ing
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved