Kelompok Tani Tani Rukun Gelar Panen Raya

Kelompok Tani Tani Rukun Padukuhan Karang Kalasan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman mengelar panen raya dan wiwitan

Kelompok Tani Tani Rukun Gelar Panen Raya
Tribun Jogja/Arfiansyah Panji
Sebagai wujud syukur atas hasil panen tahun ini, Kelompok Tani Tani Rukun Padukuhan Karang Kalasan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman mengelar panen raya dan wiwitan, Kamis (10/8/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebagai wujud syukur atas hasil panen tahun ini, Kelompok Tani Tani Rukun Padukuhan Karang Kalasan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman mengelar panen raya dan wiwitan, Kamis (10/8/2017).

Dalam acara tersebut juga turut hadir Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Komandan Kodim (Dandim) Sleman Letnan Kolonel (Arm) Djoko Sujarwo, Camat Kalasan, Kapolsek Kalasan, Danramil Kalasan dan pejabat lainnya.

Januriyanto, Ketua Kelompok Tani Tani Rukun menjelaskan acara ini merupakan wujud syukur para petani. Padi yang sebelumnya diserang hama wereng, ternyata dapat menghasilkan panen yang melimpah.

"Syukuran dan wiwitan yang mana kita bisa panen baik meski dulu kena hama wereng. Akhirnya kami dari pengurus anggota dan pendamping sigap dalam hal tersebut," ujarnya.

Pada panen kali ini, lanjutnya dari sekitar 27 hektare sawah setiap 1 hektarenya mampu menghasilkan 9,5 ton sawah. Itu artinya 250 ton lebih panen padi kali ini.

Ada tiga jenis padi yang ditaman kelompok tani tersebut yaitu Inpari 30, 31 dan 32 dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo.

Selain itu ada juga upaya memberantas serangan penyakit pada padi dengan menggunakan imunisasi agrimed.

Sementara itu, Dandim Sleman Letkol (Arm) Djoko Sujarwo menjelaskan kegiatan pendampingan TNI yang ada di Kabupaten Sleman sesuai dengan MOu Kementerian Pertanian dan TNI.

Sehingga pendampingan merupakan kewajiban, baik dari proses penanaman sampai panen.

"Harapannya hasilnya lebih optimal. Ketahanan pangan yang dicanangkan presiden Joko Widodo untuk swasembada pangan tiga tahun lagi, lebih cepat tercapai," tegasnnya.

Lanjut Djoko, di wilayahnya pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian. Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) akan bersinergi bersama kelompok tani. (tribunjogja.com)

Penulis: app
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved