Meski Raih Piala Adipura, Masih Banyak Tantangan yang Harus Diselesaikan DLH Yogyakarta

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Suyana, masih banyak tantangan yang dihadapi pihaknya untuk mempertahankan penghargaan

Meski Raih Piala Adipura, Masih Banyak Tantangan yang Harus Diselesaikan DLH Yogyakarta
Tribun Jogja/ Pradito Rida Pertana
Mobil pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penghargaan Adipura yang diterima Kota Yogyakarta tahun ini, bukan merupakan tujuan akhir bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta.

Menurut Kepala DLH Kota Yogyakarta, Suyana, masih banyak tantangan yang dihadapi pihaknya untuk mempertahankan penghargaan tersebut.

Suyana mengatakan, saat ini sekolah-sekolah sudah banyak yang mencanangkan lima hari sekolah, hal tersebut tentu akan menjadi tantangan tersendiri pihaknya dalam menjaga kebersihan Kota Yogyakarta.

Mengingat jumlah sampah akan meningkat di setiap pekannya.

"Jadi sekarang sudah dicanangkan lima hari sekolah, itu jadi tantangan bagi kami. Dimana akan banyak wisatawan saat weekend, untuk itu penanganan sampah akan semakin ditingkatkan demi kebersihan Yogya dan mempertahankan Adipura," katanya usai acara perayaan Penghargaan Adipura di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (3/8/2017) sore.

Lanjutnya, untuk meningkatkan kebersihan di Kota Yogya, pihaknya telah menyediakan mobil penyapu jalanan.

Mobil tersebut digunakan untuk membersihkan jalan protokol di Yogyakarta mulai dari pagi hari.

"Untuk meningkatkan kebersihan Yogya, kami sudah punya mobil penyapu jalan. Kita baru punya satu, namun dengan mobil mobil ini bisa mempercepat proses membersihkan jalan protokol. Dalam satu jam mobil bisa membersihkan jalan sejauh 5 KM dan beroperasi dari pukul 05.00 sampai pukul 07.00," jelasnya.

Ia menambahkan, diraihnya penghargaan Adipura ini bukan tujuan akhir pihaknya.

"Adipura bukan tujuan akhir, tapi membuktikan bahwa kita sudah on the track dan ke depannya akan dipertahankan," ujarnya.

Menurutnya, memang dengan diraihnya penghargaan tersebut membuktikan program pemerintah kota sudah sesuai jalur.

Namun, pihaknya masih perlu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah. Mengingat setiap harinya ratusan ton sampah dihasilkan oleh Kota Yogya.

"Walau begitu kami tetap akan mempertahankan kebersihan di kota, itu akan kami lakukan. Salah satunya dengan meningkatkan peran masyarakat untuk mengurangi sampah, karena dalam sehari ada 240 ton sampah, sedangkan weekend mencapai 300 ton sampah di Jogja ini," pungkasnya. (*)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved