Visi Misi Cagub, Sultan Angkat Fenomena Kemiskinan di Yogya Selatan

Sultan menyebutkan latar belakang penentuan tema Abad Samudera Hindia dilandasi oleh empat hal. Satu di antaranya adalah fenomena kemiskinan.

Visi Misi Cagub, Sultan Angkat Fenomena Kemiskinan di Yogya Selatan
tribunjogja/kurniatul hidayah
Rapat Paripurna Istimewa tentang pemaparan visi dan misi Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DIY periode 2017-2022. 

Sultan Angkat Fenomena Kemiskinan di Yogya Selatan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Calon Gubernur (Cagub) DIY periode 2017-2022, Sri Sultan Hamengku Buwono menjelaskan visi misi dalam lima tahun mendatang yakni Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Manusia Jogja.

Hal tersebut dijelaskan dalam rapat paripurna istimewa pemaparan visi misi Cagub dan Cawagub periode 2017-2022 di Ruang Rapat Paripurna DPRD DIY, Rabu (2/8/2017).

Sultan menyebutkan latar belakang penentuan tema Abad Samudera Hindia dilandasi oleh empat hal. Satu di antaranya adalah fenomena kemiskinan di kawasan Yogya selatan.

"Jumlah penduduk miskin di DIY pada Maret 2017 adalah sekitar 488 ribu jiwa atau sekitar 13,02 persen, masih cukup tinggi apabila dibanding dengan presentase penduduk miskin nasional sebesar 10,96 persen," jelasnya.

Sultan menambahkan, jumlah warga miskin di wilayah perdesaan yakni 16,11 persen yang mana lebih besar dari pada jumlah warga miskin di wilayah perkotaan yakni 11,72 persen.

Sementara itu, lanjutnya, untuk kesenjangan warga kaya dan miskin di DIY juga tinggi yang ditunjukkan dengan angka rasio gini sebesar 0,432 tertinggi di Indonesia dan disusul Gorontalo sebesar 0,41.

"Kesenjangan di perkotaan lebih tinggi yakni 0,435 dibanding kesenjangan yang terjadi di perdesaan yakni 0,340," ucap Sultan.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut menyebutkan kesenjangan nampak jelas apabila dilihat secara kewilayahan.

"Angka kemiskinan di wilayah selatan Yogyakarta yang mencakup wilayah Gunungkidul 20,83 persen, Bantul 15,89 persen, dan Kulonprogo 20,64 persen lebih tinggi di banding wilayah bagian utara yakni Sleman 9,50 persen dan Yogyakarta 8,67 persen," jabarnya.

Fenomena tersebut, imbuhnya, memberikan latar belakang penting bagi DIY untuk lima tahun ke depan dengan fokus perhatian terhadap pembangunan di wilayah bagian Yogyakarta. (*)

Penulis: kur
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved