Naiknya Harga Garam Karena Minimnya Ketersediaan Garam

Sulitnya mendapatkan garam tersebut dipengaruhi faktor cuaca, sehingga produsen garam tidak dapat memproduksi garam seperti biasanya.

Editor: oda
tribunjogja/pradito rida pertana
Salah satu penjual garam di Pasar Giwangan, Yogyakarta. Tampak garam yang dijajakannya dipajang di bagian depan kiosnya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Naiknya harga garam di pasaran hingga saat ini, menurut penuturan beberapa pedagang di dua pasar besar yang terletak di Yogyakarta dikarenakan minimnya ketersediaan garam dari pusat. Rabu (26/7/2017).

Yanti Rono (52), salah satu pedagang garam di Pasar Beringharjo mengatakan, naiknya harga garam dikarenakan ia susah mendapatkan garam untuk diperjual belikan.

Menurutnya, sulitnya mendapatkan garam tersebut dipengaruhi faktor cuaca, sehingga produsen garam tidak dapat memproduksi garam seperti biasanya.

"Susah mas mendapatkan garam dari pusat, jadinya mahal. Mungkin karena cuaca ekstrim sekarang ya, dimana harusnya cuaca panas dan bisa untuk manen garam malah sering hujan. Jadi produsen hanya bisa memproduksi sedikit garam," katanya.

Lanjutnya, pemerintah seharusnya turun tangan mengenai naiknya harga garam. Karena menurut Yanti garam masuk dalam kebutuhan pokok dan tidak bisa diganti dengan alternatif lain.

"Harapan saya pemerintah harus turun tangan kaya impor atau gimana, kan garam juga pokok untuk masyarakat. Kalau gula pasir naik kan bisa diganti gula jawa atau gula batu, ini tidak bisa. Yang penting barang ada dulu, untuk menstabilkan harga," jelasnya.

Hal sama diutarakan oleh Yohanes Warsono (61), salah seorang pedagang garam di Pasar Giwangan. Menurutnya, ada beberaoa faktor yang mempengaruhi naiknya harga garam.

Ia juga mengharapkan ketersediaan garam bisa seperti dulu lagi, dimana tidak sulit untuk mendapatkan garam.

"Naiknya harga garam mungkin karena cuaca dan produsennya terkendala pengeringannya mas. Seharusnya panas malah hujan, jadi garamnya yang dijemur jadi cair lagi dan produksinya tersendat. Semoga harganya cepat stabil dan barangnya ada terus, jadi pembeli tidak berkurang," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved