Ada yang Jual Fosil, Kepala Desa Banjarejo Tak Bisa Langsung Stop Mereka

Tahun lalu, tepatnya 27 Oktober 2016, Banjarejo diluncurkan sebagai Desa Wisata Purbakala dan Budaya oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Ada yang Jual Fosil, Kepala Desa Banjarejo Tak Bisa Langsung Stop Mereka
tribunjogja/setya krisna sumargo
Achmad Taufik (37), Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jateng. 

Tak hanya warga lokal, para pemburu fosil dari Sragen telah menjelajahi sudut- sudut wilayah, jauh lebih gesit dari para arkeolog dan peneliti sejarah.

Tak terhitung lagi fosil-fosil purba yang bernilai tinggi lolos ke pasar gelap, atau masuk gudang kolektor benda antik dan purbakala. Namun para penemu dan pemburu yang sadar nilai sejarah, kini berubah sikap.

Perburuan dan perdagangan fosil purba dan benda bersejarah lain nyaris sudah berhenti. Setiap temuan penting dilaporkan ke Kepala Desa, dan disimpan di Rumah Fosil yang menyatu dengan kediaman keluarga Achmad Taufik.

Temuan fosil gajah purba di Dusun Kuwojo menemukan momentumnya, ketika Banjarejo sedang giat mengangkat diri menjadi desa wisata terkemuka di Kabupaten Grobogan.

Perjuangan Achmad Taufik yang sudah dua periode memimpin desa, menuai hasil membahagiakan.

Situs temuan fosil gajah purba yang relatif lengkap itu ditangani lintas sektoral mulai 12 Juli 2017.

Melibatkan BPSMP Sangiran, BCB Jateng, Balai Arkeologi Yogyakarta, Balai Konservasi Boroudur, dan BCB Jatim untuk pencetakan fosilnya.

"Proses penyelamatan, penelitian, konservasi, hingga pencetakan fosil insitu akan berlangsung hingga 2018. Kami berharap, nantinya terbangun museum yang representatif. Tak hanya bagi Banjarejo, tapi juga Grobogan," kata Achmad Taufik penuh harap. (xna)

Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved