Tips, Mengenal Fitur White Balance dalam Fotografi

Selain kamera DSLR, fitur ini pun sebenarnya disematkan pada kamera ponsel. Kamu bisa menemukan fitur ini pada pengaturan kamera manual.

Editor: Mona Kriesdinar
IST
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.com - Apakah kamu memiliki kamera digital dan menggunakannya untuk menangkap obyek-obyek menarik? Pasti kamu akan menemukan salah satu fitur bernama White Balance atau disingkat WB.

Selain kamera DSLR, fitur ini pun sebenarnya disematkan pada kamera ponsel. Kamu bisa menemukan fitur ini pada pengaturan kamera manual.

Lantas apakah yang dimaksud dengan WB ini?

WB merupakan singkatan dari White Balance yang sebenarnya tidak bisa diartikan secara sederhana sebagai keseimbangan putih.

Mari kita pahami ini terlebih dahulu.

Kamera elektronik dan digital, pada dasarnya memiliki fitur untuk menyesuaikan kondisi sumber cahaya (berupa filter).

Fitur ini diperlukan saat kita sedang memotret dan tentu saja membutuhkan cahaya. Lantaran pada dasarnya memotret merupakan kegiatan melukis dengan menggunakan cahaya.

Yang perlu diperhatikan bahwa cahaya ini memiliki derajat intensitas yang berbeda-beda. Memotret pemandangan pada pagi hari tentu akan dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang berbeda dengan jika kita memotret pemdangan di siang hari.

Intensitas cahaya atau suhu warna ini dikenal dengan istilah kelvin. Semisal cahaya lilin memiliki sekitar 1200 derajat kelvin, lampu pijar memiliki sekitar 3200 derajat kelvin, sementara lampu neon (Fluorescent, TL) memiliki intensitas 4500 derajat kelvin. Setiap perbedaan 100 (seratus) derajat kelvin akan memberikan perbedaanw arna. Ada kamera DSLR yang menambahkan fitur white balance ini dengan pilihan per 100 derajad kelvin, seperti pilihan ISO.

Pada praktiknya, agar warna foto tetap netral, tidak kekuningan, tidak kebiruan atau tidak kemerahan, maka kamera foto dan video dilengkapi dengan fitur White Balance ini. Ini merupakan filter untuk membuat hasil foto tetap normal. Mengapa begitu? Ingat teori warna primer dan sekunder.

Jika warna Merah dan Biru digabung, maka akan menghasilkan warna Magenta. Begitu seterusnya seperti terlihat dalam gambar. Nah masing-masing warna sekunder ini (Megenta, Cyan dan Yellow) merupakan lawan dari warna primer tertentu. Jika warna Kuning terlalu dominan maka bisa direduksi atau dinetralkan dengan warna biru.

Oleh sebab itu jika kit amelihat produksi film atau produksi video ada lampu-lampu Red Head yang depannya diberi plastik Biru. Itu berguna agar warna lampu menjadi netral,tidak berwarna Kuning.

Sekarang coba lihat pengaturan di kamera DSLR atau kamera ponsel. Perhatikan pada menu white balance terdapat ikon-ikon tertentu.  Ini dikelompokan kedalam jenis sumber cahaya pemotretan. Ada ikon matahari yakni untuk mengambil gambar dengan sumbercahaya matahari siang hari. Lalu ada pula gambar rumah dengan garis-garis yang digunakan untuk mengambil gambar di bawah bayangan rumah atau pohon.

Ada juga ikon mendung, lampu pijar, lampu neon (TL), Flash dan Custom (fotografer harus menggunakan kertas putih mencari warna yang tepat) dan satu lagi adalah AWB atau Automatic White Balance. Ini pilihan yang paling aman, untuk segala kondisi pencahayaan. Kamera akan secara otomatis menyesuaikan filter sesuai kondisi cahaya di depankamera.

White Balance juga memungkinkan untuk memberikan efek warna tertentu. Misalnya pada saat memotret dengan cuaca cerah di sore hari, kita tidak menggunakan AWB atau WB Matahari, tapi kita gunakan WB dengan suhu warna lampu pijar (Incandescent) atau Fluorescent maka hasilnya,foto akan memiliki efek warna yang berbeda.

Silakan mencoba dan salam kreatif.

(Penulis : Andreano Satrio Baskoro, hobi Fotografi, kepala Lab Fotografi AKINDO Yogyakarta)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved