LIPSUS TRIBUN JOGJA

Terkait Hak-hak Penyandang Disabilitas, Pemerintah Dianggap Kurang Membuka Mata

Pemerintah kurang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk belajar di sekolah formal.

Terkait Hak-hak Penyandang Disabilitas, Pemerintah Dianggap Kurang Membuka Mata
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Ilustrasi: Edi Priyanto, seorang difabel tetap semangat menaiki kursi rodanya untuk berangkat ke sekolahnya di SMP 2 Sewon. Dia tak mengeluh meski harus menempuh jarak 6 kilometer untuk ke sekolah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak lahirnya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, keberpihakan pemerintah akan hak-hak penyadang disabilitas berangsur mulai membaik.

Hal tersebut terlihat dengan adanya kewajiban bagi perusahan swasta untuk mempekerjakan penyadang disabilitas dengan kuota 1% dari seluruh pekerja dan 2% pekerja penyandang disabilitas dari seluruh jumlah pekerja bagi kantor pemerintahan.

Namun menurut Nuning Suryatiningsih, Ketua Center for Improving Qualified Activity in Life of People with Disabilites (CIQAL) pemerintah terkesan abai dalam penerapan kebijakan tersebut.

Sehingga kebijakan tersebut menjadi kurang mewakili penyandang disabilitas.

"Memang masih sangat sedikit penyandang disabilitas bekerja di sektor formal. Karena kalau bekerja di sektor formal ada syarat-syarat terentu. seperti misal harus lulusan SMA bukan dari sekolah luar biasa (SLB)," jelasnya kepada Tribun Jogja, Rabu (12/7/2017).

Menurutnya, pemerintah kurang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk belajar di sekolah formal.

Selama ini penyandang disabilitas mayoritas belajar di SLB yang kurikulumnya berbeda dengan sekolah pada umumnya.

Sehingga kapasitas penyandang disabilitas tentu berbeda dengan non-disabilitas.

"Harusnya didahului dengan kapasitas teman-teman (penyandang disabilitas) dari pendidikan dan lain-lain. Akhirnya sekarang sedikit sekali teman-teman yang masuk sektor formal," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: app
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved