Wowwww! Batu Bulat Dahsyat Ini Dibuat Sejuta Tahun Lalu

Inilah batu luar biasa yang bisa menguak misteri purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jateng.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Setya Krisna S
Batu purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jateng. 

TRIBUNJOGJA.COM, PURWODADI - Sepintas batu bulat ini biasa saja. Bentuknya mirip bola untuk olahraga tolak peluru.

Tak seperti bola tolak peluru yang halus dan betul-betul bulat sempurna, permukaan batu bulat ini kasar, seperti diiris-iris atau disayat.

Inilah batu luar biasa yang bisa menguak misteri purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jateng.

Menurut Wahyu Widianto, arkeolog 
BPSMP Sangiran, batu bulat itu dipastikan buatan tangan manusia purba Homo Erectus. Dugaan awal, batu bulat itu dibuat di masa Plestosen tengah.

Umurnya sekitar 700 ribu hingga 1 juta tahun yang lalu. Batu bulat itu ditemukan penduduk di sebuah tegalan di utara Dusun Nganggil, sekitar 1,5 kilometer sebelah timur lokasi penemuan fosil lengkap Stegodon yang sedang diekskavasi saat ini.

Menurut Wahyu, penemuan batu bulat ini mengindikasikan ada kehidupan manusia purba di Banjarejo. Indikasi lain juga ditemukan fragmen batu serpih, yang diduga jadi alat kerja manusia pada masa itu.

"Alat kerja seperti batu serpih dan batu bulat itu memberi petunjuk tentang kehidupan manusia purba di Banjarejo. Tapi di mana lokasinya, siapa mereka, kita belum tahu," kata Wahyu di Banjarejo, Rabu (12/7/2017).

Tentang batu bulat yang ditemukan jumlahnya ada empat buah di kedalaman 80 cm, hampir pasti sengaja dibuat dilihat dari facet atau irisan-irisan di permukaannya yang disengaja. Benda serupa pernah ditemukan di situs Sangiran.

Manusia purba
Manusia purba (tribun jogja)

Proses pembuatannya diperkirakan dengan cara dipukul dengan batu keras lain. Jenis batuan yang dipakai batu gamping yang sudah mengeras karena kandungan silikanya sangat kuat dan berproses selama jutaan tahun sebelumnya.

Dari hasil pengukuran, rata-rata diameter batu bulat itu antara 7 cm hingga 9 cm. Beratnya antara 0,5 kilogram hingga 1 kilogram. Batu bulat itu pas di genggaman jari tangan pria dewasa.

Terkait peruntukan, diperkirakan batu bulat itu dipakai sebagai sarana berburu, atau pemecah benda keras seperti cangkang kerang atau tulang hewan yang dikonsumsi sumsumnya.

Kepala Desa Banjarejo, Achmad Taufik, meyakini wilayahnya memang pernah jadi hunian manusia purba.  Sudah ribuan fragmen fosil purbakala ditemukan di berbagai sudut wilayah yang dipimpinnya.

Mulai dari fragmen pecahan moluska hingga potongan tulang, rahang, tengkorak gajah purba, hingga fosil tengkorak utuh kerbau purba berikut tanduknya yang super besar.

Fosil purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jateng.
Fosil purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jateng. (Tribun Jogja/Setya Krisna S)

"Saya kok makin yakin kehidupan manusia purba di Banjarejo itu sungguh pernah ada. Di mana dan kapan mereka muncul, tidak ada yang tahu," kata lulusan Ilmu Pemerintahan Fisip Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Banjarejo diyakini perlahan akan mendunia seperti halnya situs purbakala Sangiran, Trinil, Ngandong, Semedo, dan beberapa situs lain yang memberi andil terkuaknya kehidupan ratusan ribu hingga jutaan tahun lalu di daratan Indonesia. (Tribunjogja.com)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved