Breaking News:

Kantor Ombudsman Diteror

Polisi Cocokan Rekaman CCTV dengan Saksi yang ada di TKP

Saat ini penyidik tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saki, dan menelusuri rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Penulis: Santo Ari | Editor: oda
tribunjogja/ikrar gilang rabbani
Kepolisian tengah lakukan identifikasi olah TKP di Kantor ORI DIY pada Minggu (9/7/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyelidikan dari kasus pelemparan kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY oleh orang tak dikenal terus berlanjut.

Penyidik tengah mendalami rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian dan menggali keterangan dari para saksi.

Sementara dari hasil penyelidikan sementara, diduga aksi pelemperan tersebut dilakukan oleh satu orang pelaku saja.

Adapun pelemparan tersebut terjadi pada Minggu (9/7/2017) dini hari sekitar pukul 04.00. Seorang yang saat ini masih diburu identitasnya melemparkan pecahan semen dan memecahkan kaca kantor ORI DIY.

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan bahwa kasus tersebut sedang ditangani secara serius oleh Satuan Reskrim Polresta Yogyakarta.

Dari laporan yang ia dapat, saat ini penyidik tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saki, dan menelusuri rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Disebutkan Kapolda, bahwa di kantor ORI DIY sebenarnya terdapat kamera CCTV, namun terkendala teknis sehingga kejadian yang ada di lokasi tersebut tidak terekam.

"CCTV di ORI tidak ada rekamannya, tapi kami menemukan ada satu kamera CCTV di sekitar lingkungan itu, dan saat ini masih diperiksa. Walaupun agak buram tapi kami berupaya semaksimal mungkin, barangkali terlihat identitas dari orang yang dalam cctv tersebut," ujarnya Dofiri saat dijumpai di Stadion Maguwoharjo, Senin (10/7/2017).

Di rekaman tersebut, samar terlihat seorang tengah melintas di depan kantor ORI DIY. Dari sana petugas kemudian mencocokan dengan keterangan yang berasal dari saksi yang ada di lokasi kejadian.

Namun demikian Dofiri mengatakan bahwa terlalu dini mengatakan bahwa kasus ini adalah suatu bentuk teror yang ditujukan kepada ORI.

Untuk itu kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk menguak latar belakang kasus tersebut. Ia pun mengimbau agar masyarakat dapat menunggu, dan tetap tenang, tidak perlu takut.

"Dari beberapa saksi, ada seorang yang waktu itu lewat. Yang kami dalami, orang itu siapa? Apa ada unsur kesengajaan atau ada hal lain? bisa saja orang gila. Segala kemungkinan yang kita temukan akan kami kembangkan," tuturnya.

Dofiri mengatakan seluruh informasi yang didapat di sektiar TKP sangat berharga dalam mengungkap kasus ini.

Dengan menggali CCTV dan pemeriksaan saksi, ia berharap bahwa tak perlu memakan waktu lama untuk mengungkap kasus ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved