Gadis Muda Ini Hilang di Sekitar Stasiun Tugu

Alifta Nan Rahfaidah (16), seorang siswi kelas 2 SMK Sudirman Jakarta yang berniat berlibur ke Wonosari, menghilang

Gadis Muda Ini Hilang di Sekitar Stasiun Tugu
Tribun Jogja
Foto Alifta Nan Rahfaidah (16) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Alifta Nan Rahfaidah (16), seorang siswi kelas 2 SMK Sudirman Jakarta yang berniat berlibur ke Wonosari, Gunungkidul bersama kakeknya bernama Surahyo (77), hingga saat ini tak kunjung bertemu dengan orangtuanya, Rabu (5/7/2017).

Hilangnya gadis berusia belasan tahun tersebut, terjadi di sekitaran Stasiun Besar Yogyakarta.

Dirinya berpisah dari kakeknya pagi hari menjelang waktu Subuh dan tidak bisa dihubungi sampai saat ini.

Heri Susanto (47), ayah Alifta mengatakan, anaknya dan ayahnya berniat berlibur ke Gunungkidul dan berangkat menggunakan kereta Senja Utama tujuan Yogyakarta, Senin (3/7/2017) pada pukul 19.00 WIB.

Anak dan ayahnya tiba di Yogyakarta Selasa (4/7/2017) pagi hari. Kegiatan berlibur ke Gunungkidul sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan anaknya dan ayahnya tersebut.

"Sudah terbiasa setiap tahun pulang ke sini untuk liburan, rencananya berada di Gunungkidul sekitar empat sampai lima hari," katanya saat ditemui di Stasiun Tugu siang tadi.

Lanjutnya, putri sulungnya hilang saat ayahnya tengah salat Subuh di Stasiun Tugu.

Mengetahui cucunya tersebut hilang, ayahnya segera menghubungi dirinya mengenai hilangnya Alifta.

Usai menerima info tersebut ia bersama keluarga bergegas untuk menuju Yogyakarta untuk mencari keberadaan anaknya.

"Waktu itu ayah saya salat Subuh, dan setelah kakeknya Alifta keluar musala dia tidak mendapati cucunya di luar musala. Kakeknya sempat menelpon Alifta namun tidak diangkat, setelah itu menelpon saya. Setelah menerima telepon, saya sekeluarga langsung ke Jogja dan ke stasiun untuk mengecek CCTV di stasiun," jelasnya.

Heri menjelaskan, dirinya sudah mengecek CCTV Stasiun Tugu dan mendapati anaknya berjalan keluar Stasiun seorang diri.

Dirinya mencurigai bahwa anaknya tersebut terhipnotis dan dibawa orang lain, selain itu, di CCTV ia melihat ada dua orang yang memakai baju kerja biru seperti sopir transportasi yang ada di stasiun tersebut.

Foto Alifta Nan Rahfaidah
Foto Alifta Nan Rahfaidah (Tribun Jogja/Pradito Rida P)

"Bisa anak saya dihipnotis, kalau nggak dibawa dua orang itu, tapi hanya asumsi saja. Karena tidak ada bukti yang pasti," ucapnya.

Karena sudah lebih dari 24 jam dirinya melaporkan kehilangan anaknya ke Polsek Gedongtengen dan Polresta Yogyakarta.

Ia mengharap bagi yang mengetahui keberadaan anaknya untuk menghubungi dirinya.

"Sudah lapor ke polisi, tadi ke Polsek Gedongtengen sama Polresta Yogyakarta. Terakhir anak saya pakai kaos lengan panjang warna biru dan bertuliskan London di bagian dada. Rambutnya bergelombang sebahu, kulit sawo matang, dan tinggi kira-kira 165 cm. Jika bertemu dengan ciri-ciri tersebut bisa menghubungi saya di 081212801840. Saya harap anak saya segera ketemu," pungkasnya.

Heri menambahkan, ia merasa, bahwa anaknya berada tidak jauh dari sekitar stasiun ini.

Ia berencana menyebarkan selembaran yang berisi info dan foto anaknya tersebut ke penginapan sekitar Stasiun Tugu Jogja. (tribunjogja.com)

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved