Meski Diprotes PKL, PT KAI Daop 6 Yogya Sebut Punya Dasar Kuat

PT KAI Menilai hal itu sudah mendesak demi berfungsinya kembali pedestrian bagi pejalan kaki.

Meski Diprotes PKL, PT KAI Daop 6 Yogya Sebut Punya Dasar Kuat
Tribun Jogja/ Ikrar Gilang Rabbani
Progres dari pedestrian di sisi selatan Stasiun Tugu Yogyakarta yang masih dalam proses pengerjaan oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta pada Kamis (15/6/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Walaupun mendapat protes keras, PT KAI Daop 6 Yogyakarta tetap bersikukuh akan menertibkan puluhan pedagang di trotoar Jalan Pasar Kembang.

PT KAI Menilai hal itu sudah mendesak demi berfungsinya kembali pedestrian bagi pejalan kaki.

Manajer Humas PT KAI Daop 6, Eko Budiyanto, menegaskan penertiban atau penataan harus dilaksanakan lantaran kondisi trotoar sudah cukup memprihatinkan.

Pasalnya, trotoar sepanjang Jalan Pasar Kembang (Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta) tidak berfungsi lantaran penuh bangunan kios-kios yang berjualan.

"Penataan ini untuk memfungsikan kembali pedestrian, sehingga penumpang kereta api bisa langsung mengakses ke Malioboro dengan jalan kaki lebih aman, karena selama ini mereka kesusahan karena hak pejalan kaki terampas," ujar Eko, Selasa (4/7/2017).

Eko menegaskan, penataan pedagang untuk pengembalian pedestrian berdasarkan Peraturan Daerah DIY Nomor 5 Tahun 2004 Pasal 17 Ayat 1 tentang larangan menggunakan trotoar selain untuk kepentingan pejalan kaki dan kepentingan darurat.

Selain itu, PT KAI juga mengacu pada Undang-undang Perkeretaapian dalam pasal 54 ayat 1 yang menyebut, stasiun kereta api harus dilengkapi dengan fasilitas umum, termasuk trotoar di sekitar stasiun.

"PT KAI memiliki dasar yang kuat untuk melakukan penataan," sebut Eko. (*)

Penulis: gil
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved