Serapan Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 5, 61 Triliun
Pihak BI sebelumnya telah memproyeksikan kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan libur Lebaran mencapai Rp 7,9 triliun
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Realisasi penarikan uang oleh perbankan di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY selama bulan Ramadan tahun ini mencapai Rp 5,61 triliun atau sekitar 71 persen.
Pihak BI sebelumnya telah memproyeksikan kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan libur Lebaran mencapai Rp 7,9 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah dan Operasional Sistem Pembayaran Kpw BI DIY, Probo Sukesi, Senin (3/7/17).
Probo menyampaikan,serapan uang tunai ini didominasi oleh pecahan besar Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yakni mencapai Rp 5 triliun, sisanya terbagi dalam uang pecahan kecil.
“Proyeksi kebutuhan tersebut kita dapat dari semua bank yang memiliki akun di BI. Termasuk juga kebutuhan BPR yang menginang di bank konvensional karena tak memiliki akun di BI,” kata Probo.
Sebelumnya, BI memprediksi,meningkatnya aktivitas ekonomi ini membuat kebutuhan cash flow juga meningkat.
Tak terkecuali di DIY, Kantor Perwakilan BI DIY telah menyiapkan kebutuhan proyeksi uang tunai untuk mencukupi selama momen Ramadan dan Lebaran sebesar Rp 7,9 triliun.
Sebanyak Rp 2,64 triliun diproyeksikan untuk mencukupi kebutuhan bulan Mei dan Rp 5,33 triliun untuk mencukupi proyeksi kebutuhan pada bulan Juni.
Untuk distribusi uang tunai ini dilakukan melalui kas keliling oleh masing masing bank yang saat ini tercatat ada 24 titik kas keliling dari 7 bank yang tersebar di seluruh DIY.
Masyarakat sudah mulai bisa memanfaatkan adanya kas keliling ini mulai tanggal 30 Mei hingga 23 Juni. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rupiah-anyar-bisa-ditukar_20161219_135027.jpg)