Inflasi di DIY 0,61 Persen Pada Juni Lalu
Bulan Juni 2017 DIY kembali mengalami Inflasi sebesar 0,61 persen. Sebelumnya, di bulan Mei inflasi juga terjadi sebesar 0,33 Persen.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Bulan Juni 2017 DIY kembali mengalami Inflasi sebesar 0,61 persen. Sebelumnya, di bulan Mei inflasi juga terjadi sebesar 0,33 Persen.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok pengeluaran.
Kepala BPS DIY, JB Priyono menuturkan, komoditas yang paling mempengaruhi terjadinya inflasi kali ini diantaranya adalah tarif listrik, angkutan udara, daging ayam ras, bawang merah, dan angkutan antar kota, sedangkan komoditas yang menahan terjadinya inflasi adalah bawang putih, cabai rawit, telur ayam ras, cabai merah, dan bahan bakar rumahtangga.
“Momen lebaran menjadikan tiket angkutan lebaran, angkutan udara naik, ini juga menjadi salah satu sebab naiknya inflasi kali ini,” ujar Priyono, Senin (3/7/2017).
Lanjut Priyono, rincian naiknya komoditas yang mempengaruhi inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,12 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,17 persen, kelompok perumahan, listrik, air, gas, dan bahan bakar sebesar 1,07 persen, kelompok sandang sebesar 0,16 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,59 persen.
Dari 82 kota yang dihitung angka inflasinya, 79 kota IHK mengalami inflasi dan 3 kota lainnya mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 4,48 persen diikuti Kota Kendari dan Ambon masing-masing sebesar 3,58 persen dan 2,91 persen, sedangkan Inflasi terendah trejadi di Kota Merauke sebesar 0,12 persen, diikuti oleh Kota Pekan Baru dan Kota Bukit Tinggi masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,20 persen.
Deflasi terjadi di Kota Singaraja, Pematang Siantar dan Denpasar masing-masing sebesar 0,64 persen, 0,07 persen, dan 0,01 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/inflasi_02100_20151002_134419.jpg)