Lakukan Pungli, 6 Jukir Objek Wisata Ini Diamankan ke Mapolres

Jukir tersebut diamankan lantaran memungut uang dari masyarakat tapi tidak untuk retribusi yang disetorkan kepada pemerintah.

Lakukan Pungli, 6 Jukir Objek Wisata Ini Diamankan ke Mapolres
Ist
AKBP Yudianto Adhi Nugroho saat meemeriksa enam jukir di Mapolres Jepara. 

TRIBUNJOGJA.COM, JEPARA - Enam juru parkir (jukir) yang biasa beroperasi di objek wisata Jepara diamankan tim Saber Pungli Polres Jepara.

Enam jukir tersebut diamankan lantaran telah melakukan pungutan liar (pungli).

Mereka merupakan jukir yang beroperasi di objek wisata Pantai Pasir Putih Bandengan, Pantai Teluk Awur, dan Pantai Empurancak.

AKBP Yudianto Adhi Nugroho menuturkan, jukir tersebut diamankan lantaran memungut uang dari masyarakat tapi tidak untuk retribusi yang disetorkan kepada pemerintah.

Selain itu, enam jukir tersebut mematok tarif terlalu tinggi.

"Tarif terlalu tinggi mulai Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu. Dan tidak disetor ke daerah," ujar AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Kamis (29/6/3017).

Dia menjelaskan, pihaknya sampai saat ini masih belum bisa menyebutkan sanksi apa yang akan menjerat keenam jukir tersebut.

"Pelaku masih kami periksa intensif di Mapolres," katanya.

Sulistyono, satu di antara jukir yang diamankan mengaku, dirinya biasa beroperasi di Pantai Teluk Awur. Dia bersama sejumlah kawannya telah beroperasi selama empat tahun.

Dia mengaku, apa yang dikerjakan tersebut telah mendapat ijin dari Kepala Desa setempat.

Setiap pengunjung yang masuk ia kenai tarif Rp 1000. Untuk parkir motor, katanya, gratis. Sedangkan untuk parkir mobil, dirinya kenarik tarif Rp 10 ribu.

Uang hasil masuk, imbuhnya, disetor sepenuhnya kepada pihak desa. Sedangkan, uang hasil parkir hanya sebagian yang dia setorkan.

Sukri, jukir yang biasa beroperasi di Pantai Pasir Putih Bandengan, mengaku sebagian uang hasil parkir dia setorkan untuk kas Rukun Warga (RW) setempat. Menurutnya, uang tersebut duperuntukkan membangun jalan, tempat ibadah, dan menata pantai.

"Ini objek wisata baru, yang mengelola masyarakat. Jalan yang membuat juga masyarakat. Meski parki belum berijin, tapi kami sudah lapor ke desa," katanya.

Diketahui, saat musim liburan dalam sehari keduanya mampu mengantongi uang sekitar Rp 1 juta. (tribunjateng)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved