Inspirasi

Panen Raya Pedagang Kulit Ketupat. Lipat-lipat Uang Berlipat

500 kupat sudah berhasil ia jual dengan harga Rp 6 ribu dan Rp 7 ribu. Di momen kali ini dia membawa 2 karung janur kelapa

Panen Raya Pedagang Kulit Ketupat. Lipat-lipat Uang Berlipat
TRIBUN JOGJA | HASAN SAKRI
KULIT KETUPAT. PEmbeli memilih kulit ketupat dari daun kelapa yang dijual di tepi jalan Sultan Agung, Kota Yogyakarta, Jumat (23/6/2017). Mendekati LEbaran, kulit ketupat mulai dicari warga untuk dijadikan hidangan khas Lebaran. Harga per ikat yang berisi 10 buah kulit ketupat dijual dengan harga Rp 10 ribu. 

Sudah jadi tradisi tiap tahunnya, berbagai pernak-pernik khas Idul Fitri mulai dijajakan, dari lampion hingga kulit ketupat. Ya, kulit ketupat seakan menjadi barang wajib dibeli di detik-detik perayaan Idul Fitri.

JUMAT  (23/4/2017) sejumlah pedagang sudah bermunculan di pinggiran trotoar jalan depan Pasar Giwangan, Pasar Kotagede, depan Pura Pakualaman, serta depan Pasar Sentul Jalan Sultan Agung.

Meskipun menjual barang yang sama, namun para pedagang kulit ketupat ini tampak guyub rukun tak ada perselisihan diantara mereka, apalagi perang harga. Mereka dengan antusias menyapa pembeli yang tengah mendekat ke lapak mereka.

Seperti misalnya, Walsilah, wanita enam puluh tahun ini tampak antusias menceritakan pengalamannya berjualan kulit ketupat kepada Tribun Jogja.

"Sudah sepuluh tahun lamanya saya jualan beginian. Seperti sudah menjadi tradisi, setiap tahun saya nggak akan menyia-nyiakan momen ini," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam sehari dia bisa membuat ratusan kulit ketupat berbahan janur kelapa muda. Dari tangannya kulit-kulit kupat berbagai ukuran diciptakan. Tak tanggung-tanggung, di detik-detik perayaan idul Fitri Tahun ini, ibu empat putra ini menyediakan 5.000 kulit ketupat.

Harga yang ditawarkan pun bervarian, dari mulai Rp 6 ribu, Rp 7 ribu, serta Rp 5 ribu. "Harganya berbeda karena bentuknya juga berbeda, saya menjualnya satu ikat itu berisi 10 kulit ketupat," imbuhnya.

"Janur-janur ini saya dapat dari menebas empat pohon kelapa milik tetangga, satu pohon kelapa dihargai Rp 100 ribu," katanya.

Dia berujar, sampai kemarin pembeli sudah mulai berdatangan, dan wanita asal Kadibeso, Sedayu Bantul ini memprediksi hari ini adalah puncak para pembeli berburu kulit ketupat.

"H-1 nanti (hari ini) saya jamin akan banyak sekali pembeli yang datang, di saat seperti itu mau dinaikkan harganya pun tak akan banyak yang protes," sambungnya.

Halaman
123
Penulis: sis
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved