1 Syawal 1438 Hijriah Jatuh Esok Hari

Cuaca mendung semakin membuat posisi hilal tidak kunjung terlihat, padahal dari hasil perhitungan posisi hilal sudah 3 derajat.

Penulis: sis | Editor: oda
tribunjogja/hening wasisto
Petugas BMKG DIY tengah melakukan pemantaun hilal di pos observasi bulan (POB) Syekh Bela-belu Parangtitis Kretek Bantul, Sabtu (24/6/2017) sore tadi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hening Wasisto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah umat muslim tampak antusias menanti pengamatan hilal di pos observasi bulan (POB) Syekh Bela-belu Parangtitis Kretek Bantul yang digelar oleh Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta bersama tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Sabtu (24/6/2017) sore tadi.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Kemenag DIY maupun tim BMKG Yogyakarta, hilal penentuan 1 Syawal 1438 Hijiriah tidak kunjung terlihat hingga azan Maghrib berkumandang.

Cuaca mendung semakin membuat posisi hilal tidak kunjung terlihat, padahal dari hasil perhitungan posisi hilal sudah 3 derajat.

"Berdasar penghitungan psosisi hilal 3 derajat 52 menit, pada pukul 17.31 hal ini tentu melebihi ketentuan para mentri agama dan negara yang telah sepakat atas posisi hilal yakni 2 derajat," kata Sugito selaku Kasie Penyelenggara Syariah Kemenag Bantul.

Dengan demikian Sugito pastikan malam ini sudah memasuki bulan Syawal.

Senada dengan Sugito, Perwakilan Tim Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kanwil Kemenag DIY Mutoha Arkanudin menerangkan, kondisi awan mendung membuat hilal tidak terlihat.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat sekitar agar tak perlu cemas dengan penentuan 1 Syawal, pasalnya ada 30 titik pantauan hilal di seluruh tanah air. Bilamana ada salah satu pos pantau yang berhasil melihat hilal, 1 Syawal sudah bisa ditetapkan.

Benar saja, tak lama berselang tim pemantau hilal di Syekh Bela-belu mendapatkan laporan bahwa hilal tampak di Kupang dan Bengkulu. Artinya 1 Syawal tepat jatuh esok hari.

Sementara itu, Kakanwil Kementrian Agama DIY, Muhammad Lutfi Hamid mengapresiasi sejumlah umat muslim yang datang menyaksikan langsung pemantauan posisi hilal di Bukit Syekh Bela-belu.

"Saya sangat senang dengan kehadiaran sejumlah umat muslim, pasalnya tradisi seperti ini akhir-akhir dianggap penting oleh sebagian masyarakat muslim," ujarnya.

Sambungnya, saat ini istilah-istilah dalam astronomi terkait hisab rukiyat menjadi lumrah diperbincangkan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved