Antisipasi Kebakaran, Pemkot Minta Petugas Damkar Siap Siaga
Dalam pengecekan yang dilakukan pihaknya, seluruh peralatan damkar dalam kondisi siap dioperasionalkan dalam kondisi darurat.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Seluruh personel pemadam kebakaran di Kota Yogyakarta diwajibkan stand by saat Lebaran mendatang.
Mereka diharapkan bisa bertindak cepat jika ada laporan dari warga yang mengalami musibah kebakaran.
Sekretaris Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta, Agus Winarto menjelaskan, pihaknya akan menyiagakan seluruh personel damkar untuk bisa menindak lanjuti laporan warga.
Dia meminimalisir personel pemadam kebakaran Kota Yogyakarta yang mengambil libur Lebaran.
“Seluruh personel juga harus siap dihubungi kapan saja jika ada kejadian kebakaran," ujarnya, Rabu (21/6/2017).
Dia mengatakan, selain menyiagakan seluruh personel, pihaknya juga memastikan kesiapan peralatan pemadam kebakaran.
Sejauh ini, dalam pengecekan yang dilakukan pihaknya, seluruh peralatan damkar dalam kondisi siap dioperasionalkan dalam kondisi darurat.
Instalasi listrik pun perlu dipastikan oleh warga Kota Yogyakarta saat hendak mudik Lebaran. Pasalnya, jika tidak dicabut seluruh perangkat elektronik rawan terjadinya kebakaran.
Pada libur Lebaran tahun lalu, terdapat satu kasus kebakaran akibat pemilik rumah tidak mencabut kabel mesin cuci dari instalasi listrik.
“Namun, kejadian kebakaran tersebut tidak terlalu besar karena langsung diketahui tetangga," jelasnya.
Dia menyebut, sebagian besar kasus kebakaran yang ditangani oleh Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta diakibatkan oleh hubungan pendek arus listrik karena instalasi listrik yang kurang baik.
Sehingga, warga diminta sebaiknya mencabut seluruh peralatan elektronik yang tidak digunakan dari instalasi listrik jika ditinggal dalam waktu lama.
“Hal Ini untuk mengantisipasi kebakaran akibat korsleting. Kami juga menyarankan, warga yang akan mudik Lebaran untuk menitipkan rumah ke tetangga sekitar sehingga lebih aman,” jelasnya.
Pada Lebaran tahun ini, pihaknya memperkirakan ada 60 hingga 70 persen warga Kota Yogyakarta yang mudik.
Sehingga, antisipasi bahaya kebakaran bisa diminimalisir sejak dini dengan memperhatikan instalasi listrik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kebakaran_dhjdfg_20160906_075511.jpg)