Demi Layani Gugatan Pajak Impor, Makamah Agung Ini Harus Tomat Itu Buah atau Sayur

Mahkamah Agung AS menyatakan bahwa tomat adalah sayuran. Itulah pendapat Hakim Agung Horace Grey, yang dirilis pada 1893.

Demi Layani Gugatan Pajak Impor, Makamah Agung Ini Harus Tomat Itu Buah atau Sayur
Tribun Jogja/ Angga Purnama
tomat 

TRIBUNJOGJA.COM – Tomat itu tergolong sayuran atau buah-buahan? Hal ini masih menjadi pertanyaan di tengah-tengah masyarakat.

Namun ternyata perbedaan tentang tomat masuk jenis apa sempat dibawa ke ranah pengadilan.

Secara teknis tomat masuk buah karena memiliki biji. Sama seperti mentimun dan kacang panjang.

Namun Mahkamah Agung AS menyatakan bahwa tomat adalah sayuran. Itulah pendapat Hakim Agung Horace Grey, yang dirilis pada 1893.

Hmmm… timbul pertanyaan mengapa persoalan ini sampai harus diputuskan oleh pengadilan?

Semua berawal dari sengketa antara keluarga Nix dan Edward Hedden, seorang kolektor di Pelabuhan New York, untuk mendapatkan kembali biaya yang mereka keluarkan untuk mengapalkan tomat.

Keluarga Nix menggugat atas Tarif 1883, yang mewajibkan pajak atas sayuran impor, tapi tidak untuk buah. Nah, di sini sudah semakin terang mengapa perlunya “jenis kelamin” tomat: buah atau sayur!

Jika mengacu ke ilmu botani, setiap struktur benih yang dibentuk dari angiosperma (tanaman yang berbunga) adalah buah. Karena tomat melindungi dan memiliki benih di dalamnya, maka secara teknis tomat adalah buah.

Masalahnya, awam atau dunia kuliner cenderung berbeda dari dunia botani. Kebanyakan orang menganggap tomat sebagai sayuran. Pengadilan pun melihatnya dalam kaca mata itu.

Argumennya singkat dan sederhana. Tergugat merujuk ke Kamus Webster soal definisi dari "kacang polong", "terong," "mentimun," "labu," dan "lada".

Halaman
12
Editor: oda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved