Seorang Pemuda yang Naik Motor Bodong Coba Suap Kapolres Rp 50 Ribu

Seorang pemuda memberi uang Rp 50.000 kepada Kapolres Kupang Kota AKBP Anton Cristian Nugroho saat sepeda motornya hendak ditilang.

Seorang Pemuda yang Naik Motor Bodong Coba Suap Kapolres Rp 50 Ribu
(dok. Kapolres Kupang Kota)
Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota AKBP Anton Cristian Nugroho (kanan) sedang berbicara dengan Adikson, pemuda yang mencoba menyuap sang Kapolres dengan uang Rp 50.000 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang pemuda asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), spontan memberi uang Rp 50.000 kepada Kapolres Kupang Kota AKBP Anton Cristian Nugroho saat sepeda motornya hendak ditilang.

Anton mengatakan, kejadian itu bermula ketika dirinya pulang mengikuti kegiatan di Polda NTT, Kamis (15/5/2017) sekitar pukul 13.30 Wita.

Ketika berada di Jalan Frans Seda, Anton sempat menunggu anggota Satlantas untuk melakukan operasi penertiban lalu lintas. Saat itu, muncul Adikson yang mengendarai sepeda motonya tanpa mengenakan helm.

"Saya kemudian tahan pengendara sepeda motor itu dan tanya surat-surat kendaraannya, namun ia tidak punya dokumen kendaraan termasuk KTP. Saat saya sementara omong, dia lalu remas uang Rp 50.000 dan sodorkan ke tangan saya. Masak mau kasih saya uang. Sudah saya tolak malah dia masih maksa terus sehingga kemudian saya serahkan dia ke Polantas," ungkap Anton.

Pemuda tersebut, lanjut Anton, selanjutnya diberikan pembinaan khusus untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

"Ternyata masih ada saja yang mengambil jalan pintas, sehingga hal ini sudah harus berubah. Kalau sayang polisi ya, harus mendidik polisi menjadi lebih baik," ungkapnya.

Terhadap kejadian itu, Anton pun mengimbau kepada masyarakat untuk patuhi ketentuan dalam berlalu lintas di jalan umum, cek kesiapan sendiri dan kesiapan serta kelayakan kendaraan bermotornya.

Apabila melakukan pelanggaran ujar Anton, harus akui kesalahan dan kalau ditilang terima surat tilangnya.

"Jangan mau menggunakan jalan pintas, baik meminta damai ataupun diminta damai oleh petugas. Tolak, apabila berani bersikap demikian, berarti sudah sayang dengan polisinya dan mempunyai sumbangsih menjadikan polisi lebih baik," ucapnya. (kompas.com)

Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved