Alumni UGM Diduga Tewas Dibunuh

Malu dengan Pekerjaan Sebenarnya, Asworo Rencanakan Pembunuhan Wiwid

Asworo mengaku kepada calon istrinya bahwa dirinya sudah mapan dan memiliki percetakan.

Malu dengan Pekerjaan Sebenarnya, Asworo Rencanakan Pembunuhan Wiwid
sriwijaya post
Tim Rimau Polda Sumsel berhasil menangkap Asworo di tempat persembunyiannya di Lampung, Senin (12/6/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam jumpa pers di depan gedung utama Mapolda Sumsel mengungkapkan motif tersangka Martinus Asworo alias Asworo yang melakukan pembunuhan terhadap calon istrinya Chatarina Wiedyawati alias Wiwid.

Menurut dia, Asworo mengaku kepada calon istrinya bahwa dirinya sudah mapan dan memiliki percetakan.

Namun ternyata Asworo bekerja di tempat fotocopy di sekolah Xaverius Bangau Kota Palembang.

"Dia malu. Akhirnya dia rencanakan pembunuhan," kata Erlintang.

Asworo ditangkap di Lampung usai melakukan pembunuhan terhadap calon istrinya Chatarina Wiedyawati alias Wiwid sebulan setelah kejadian.

"Jadi, saya langsung memimpin rapat seminggu dua kali. Saya tekankan, bila tidak dapat jangan pulang. Tetapi, dengan dedikasi yang dilakukan anggota akhirnya tersangka ini berhasil ditangkap," ujarnya.

Dari pendalaman penyidikan yang dilakukan bersama barang bukti yang disita baik itu mobil Toyota Innova warna hitam, kunci stir yang digunakan tersangka Asworo saat membunuh Wiwid, baju yang digunakan Asworo dan barang bukti lainnya.

"Tersangka dikenakan pasal 340 karena telah melakukan pembunuhan rencana terhadap calon istrinya Chatarina," pungkas Agung.

Adapun Kronologisnya, korban dijemput di tempat kosannya di Kota Prabumulih dengan tujuan mau dibawa ke Jogjakarta dalam rangka membuat souvenir perkawinan antara Asworo dengan kekasihnya tersebut.

Kemudian dalam perjalanan di Palembang korban dibunuh di Jalan Kebun Sayur menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, pada Minggu, 7 Mei 2017 pukul 05.00 WIB subuh.

Tersangka mengendarai mobil Innova yang disarter, memukul kepala korban dengan menggunakan tangan dan mempergunakan kunci setir mobil.

Kemudian setelah korban meninggal dunia, tersangka mengambil barang-barang milik korban berupa hp, uang dan lain-lain. (tribunjateng)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved