Pelaku e-Commerce Sambut Baik Pembebasan Bea Masuk Impor

Lebih jauh dengan makin diperlonggarnya barang kiriman menjadi lebih tinggi, mampu menjamin pertumbuhan usahanya.

Pelaku e-Commerce Sambut Baik Pembebasan Bea Masuk Impor
hsh.co.id
Ilustrasi ekspor-impor 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaku e-commerce menyambut baik peraturan yang menetapkan kenaikan batas pembebasan bea masuk atas barang kiriman dari US$ 50 menjadi US$ 100.

Salah satu pelaku e-commerce Fitri Yuliantri mengaku perubahan pembebasan bea masuk ini menjadi keuntungan bagi para penggiat e-commerce seperti dirinya.

“Untuk saya yang terjun di industri kreatif craft yang bahan baku hampir semuanya ambil dari Cina, ini sangat menguntungkan,” ujarnya, Senin (12/6/2017).

Fitri mengungkapkan pihaknya banyak terbantu dengan platform digital seperti AliExpress yang memungkinkan dirinya mengambil barang secara mudah dengan biaya yang murah untuk pengantaran barang.

“Bahan baku yang dikirim dari Cina sudah gratis sampai Jakarta. Kemudian untuk sampai ke daerah hanya dikenakan biaya Rp 20 ribu dari Pos Indonesia,” jelasnya.

Pihaknya tidak bisa membayangkan jika pengusaha yang masih berstatus UMKM harus membayar bea masuk yang tinggi.

Lebih jauh dengan makin diperlonggarnya barang kiriman menjadi lebih tinggi, mampu menjamin pertumbuhan usahanya.

“Seiring dengan pertumbuhan usaha saya, kemudian ada kenaikan batas pembebasan bea masuk. Ini adalah angin segar untuk keberlanjutan usaha,” tandasnya.

Terlebih, e-commerce adalah bisnis yang sangat cepat tumbuh. Bahkan mendekati Lebaran tahun ini hampir semua produk mengalami peningkatan permintaan.

“Saya berharap kedepan masih bakal ada kemudahan lagi dari bea dan cukai. Bisnis ini tumbuh cepat, sehingga butuh langkah cepat pemerintah untuk mendukung eksistensi UKM seperti kami,” tukasnya. (*)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved