Mafindo Terus Berupaya Cegah Penyebaran Berita Hoax di Masyarakat DIY
Pencegahan dilakukan dengan melakukan pengawasan di kantong-kantong masyarakat.
Penulis: gil | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrar Gilang Rabbani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah terus berupaya membendung penyebaran informasi bohong atau fitnah yang beredar di masyarakat melalui edukasi dan literasi.
Pencegahan dilakukan dengan pengawasan di kantong-kantong masyarakat.
Organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) pada Selasa (6/6/2017) melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol DIY Agung Supriyanto dan perwakilan dari Kominfo DIY.
Koordinator Mafindo Yogyakarta Ermawati mengatakan, kunjungan menyampaikan program-program kerja Mafindo terkait pencegahan informasi bohong atau fitnah yang beredar di masyarakat DIY.
Kontribusi tersebut berupa masuknya Mafindo ke kantong-kantong masyarakat untuk memberikan edukasi dan literasi.
"Bagaimana kita berusaha membantu pemerintah dengan edukasi dan literasi melalui seminar, pelatihan ke sekolah maupun kelompok masyarakat semisal pengajian ibu-ibu," ujar Ermawati pada Selasa (6/6/2017).
Hal ini juga terkait sudah santernya berhembus kabar, beberapa tempat kelompok masyarakat berkumpul, telah beredar informasi-informasi yang menyesatkan dan memperihatinkan.
Mafindo pun tengah mengklarifikasi hal tersebut.
"Sudah menjadi tugas kami untuk mencegah dan mengklarifikasi bila sudah tersebar, maka menjadi kebijakan pemerintah DIY yang berupaya mengendalikan kondisi sosial politik DIY," tuturnya.
Edukasi tersebut akan dilakukan dengan melawan berita hoax dengan fakta dan klarifikasi.
Tim dari Mafindo selalu melacak berbagai berita yang beredar dan mencocokan dengan data sehingga bisa memetakan bagaimana berita bohong dibuat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hoax-ilustrasi_20161127_114314.jpg)