Air Terjun Kembang Soka Dulunya Dipercaya Masyarakat Untuk Sembuhkan Penyakit

Kembang Soka tersebut, diambil dari nama pohon, yaitu pohon Soka yang masih banyak berada di sekitar air terjun tersebut.

Penulis: gsk | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Gilang Satmaka
Air Terjun Kembang Soka 

"Nama Kembang Soka kemudian diambil dari nama bunga yang berasal dari pepohonan Soka di sekitar air terjun," tambah Giono.

kembang soka 1
kembang soka 1 (Tribun Jogja/Gilang Satmaka)

Ia juga mengatakan bahwa, Konon pada jaman dahulu menurut cerita para leluhur di desa tersebut, air terjun Kembang Soka dapat menyembuhkan orang dari berbagai penyakit.

"Menurut cerita para sesepuh dulu, jika ada anak-anak kecil yang sakit, mereka hanya dimandikan di bawah Grojogan (air terjun) Kembang Soka ini, oleh orang tua mereka. Dan setelah mandi anak-anak kecil tersebut langsung sembuh," ungkap Giono.

Ia juga menambahkan bahwa selain warga sekitar yang memanfaatkan penyembuhan penyakit dari air terjun Kembang Soka.

dahulu juga Banyak masyrakat dari luar yang mengambil air di air terjun Kembang Soka untuk penyembuhan.

"Zaman dulu ada seorang pengusaha Tionghoa yang jatuh sakit, akibat bisnisnya hampir bangkrut, lalu ia dan keluarganya datang ke air terjun Kembang Soka ini untuk mengambil air dan meminumnya, yang kemudian selang beberapa waktu ia kembali lagi dengan kondisi yang sudah sehat," papar Giono.

Ia juga bertanya-tanya dari mana orang-orang dari luar daerah mengetahui kasiat air terjun Kembang Soka tersebut. Sekarang tempat tersebut telah ramai dikunjungi para wisatwan.

Keindahan air terjun dengan batuan besar yang berada tepat di tengah kawasan air terjun, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk berfoto.

Letaknya yang berada di kawasan lereng bukit Menoreh menjadikan tempat tersebut mempunyai udara yang sejuk dan segar.

Air yang jernih mengalir jatuh menghasilkan percikan buih-buih air yang segar. Tak jarang para pengunjungpun mandi dan bermain air dibawah air terjun tersebut.

Di sekitar air terjun Kembang Soka tersebut berdiri megah sebuah tebing batuan. Namun tebing tersebut mempunyai warna merah tua yang unik.

Jika tersorot sinar matahari tebing batuan tersebut akan tampak lebih merah dari kejauhan. Giono menjelaskan bahwa, setelah dilakukan penelitian oleh mahasiswa dan tim ahli dari UGM, ternyata batuan merah tersebut mengandung Batu Bara muda.

"Batuan tersebut mempunyai sifat yang unik, jika musim hujan tiba dan ia terus terkena air, batuan tebing tersebut malah dapat mengeras. Tetapi jika ia terkena sinar matahari pada musim kemarau batuan tebing tersebut menjadi sangat lunak dan dapat hancur mengkristal menjadi kecil-kecil," jelas Giono.

Keunikan-keunikan element serta kisah di Air terjun Kembang Soka tersebut, malah menambah banyak pengunjung yang datang.

Giono menyampaikan bahwa per tahun pada setiap bulannya grafik pengunjung yang datang terus meningkat.

Biaya yang akan anda keluarkan ketika memasuki tempat wisata Air terjun Kembang Soka cukup sebesar 7.000 hingga 10.000 rupiah saja.

Biaya tersebut sudah meliputi parkir kendaraan dan tiket masuk.

Jika Anda lelah setelah bermain air, di perjalanan menuju lokasi parkir kendaraan, Anda bisa mengisi perut anda dengan beragam kuliner di warung-warung yang telah dibuka oleh warga. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved