Breaking News:

Warga Terdampak Penataan Trotoar Lakukan Audiensi ke PT KAI

Dalam audiensi tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah Kota Yogyakarta, Kepolisian, Danramil, dan warga RW 03 Sosromenduran.

Penulis: gil | Editor: oda
tribunjogja/ikrar gilang rabbani
PT KAI Daop 6 Yogyakarta pada Rabu (24/5/2017), melakukan audiensi dan sosialisasi terkait rencana penertiban trotoar sisi selatan stasiun Tugu Yogyakarta. Dalam audiensi tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah Kota Yogyakarta, Kepolisian, Danramil, dan warga RW 03 Sosromenduran. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrar Gilang Rabbani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT KAI Daop 6 Yogyakarta pada Rabu (24/5/2017), melakukan audiensi dan sosialisasi terkait rencana penertiban trotoar sisi selatan stasiun Tugu Yogyakarta.

Dalam audiensi tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah Kota Yogyakarta, Kepolisian, Danramil, dan warga RW 03 Sosromenduran.

Perwakilan warga RW 03 Sosromenduran, Gedontengen, Hartono mengatakan, masyarakat setuju dengan program penataan dan pembangunan pedestrian yang dicanangkan oleh pihak PT KAI Daop 6 Yogyakarta.

Menurutnya, hal tersebut agar menciptakan suasana yang aman, bersih, dan rapi.

"Mewakili warga berdampak, kami setuju dengan program pedestrian tersebut, semoga saja warga yang terdampak bisa mendapat alokasi dan relokasi yang layak," ujar Hartono pada Rabu (24/5/2017).

Ketua RT 16 Maryani menyebut, ada tiga warganya yang menjadi pedagang kelontong dan makanan di wilayah terdampak. Mereka sendiri sudah berjualan sejak tahun 1970-an sehingga berharap diberikan tempat relokasi anyar.

Puluhan warga RW 03 Sosromenduran, Gedontengen, Yogyakarta pada Rabu (24/5/2017) mendatangi kantor PT KAI Daop 6 Yogyakarta untuk mengadukan perihal nasib warga berdampak penataan.

Dalam audiensi bertajuk, "Menciptakan ketertiban di lingkungan Stasiun Tugu melalui peduli pedestrian jalan pasar kembang", warga juga berharap bisa mendapatkan program tanggung jawab sosial dari PT KAI sebagai bentuk pembinaan.

Manajer Aset PT KAI Daop 6 Yogyakarta Desra Hidayat menjelaskan, PT KAI tidak bisa memberikan relokasi kepada warga karena hal tersebut bukan kewenangan PT KAI. Desra berharap, masyarakat bisa mengadukan ke instansi-instansi terkait.

"Tapi saya harap warga jangan hanya mengadu pada PT KAI, tapi juga ke instansi-intansi terkait lainnnya karena PT KAI memiliki keterbatasan dan tidak bisa bergerak sendiri," ungkapnya.

Terkait permintaan relokasi, Desra menyebut PT KAI baru bisa mendata dan menyampaikan pada manajemen.

Jika akan dilakukan relokasi, maka PT KAI berharap ada relokasi dari pemerintah kota Yogyakarta dan Panitikismo Keraton Yogyakarta selaku pemilik tanah. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved