Breaking News:

Daripada Salah Jalur, Perhatikan Pengalihan Arus Masuk Balai Kota Yogya Ini Mulai Esok Hari

Pengalihan pintu keluar masuk di kawasan perkantoran pemerintah ini tak lain untuk meningkatkan keamanan dan memudahkan pengawasan di balai kota.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Tribun Jogja/Pristiqa Ayun
Balai Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menerapkan pengalihan arus bagi keluar masuk kendaraan di balai kota.

Pengalihan pintu keluar masuk di kawasan perkantoran pemerintah ini tak lain untuk meningkatkan keamanan dan memudahkan pengawasan di balai kota.

Pengalihan arus keluar masuk kendaraan tersebut mulai diterapkan pada Senin (22/5/2017) hari ini.

Sementara, simulasi pengalihan pintu keluar masuk sudah dilakukan sejak Jumat (19/5/2017). Hal itu pun sudah diberitahukan melalui surat edaran yang ditandatangani oleh Sekda Kota Yogyakarta Titik Sulastri.

“Perubahan pintu masuk dan keluar itu juga untuk meningkatkan keamanan dan memudahkan pengawasan di Balaikota,” tulis Titik dalam surat edaran tersebut.

Perubahan pintu keluar masuk ini diantaranya adalah pengaturan kendaraan yang semula masuk dari gerbang timur diganti melalui gerbang utara dan gerbang timur sisi utara dekat Gedung PKK Yogyakarta. Sedangkan, arus kendaraan keluar melewati gerbang timur.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta Nurwidhi Hartana mengatakan, perubahan arus keluar dan masuk kendaraan ini adalah implementasi dari filosofi jika masuk kendaraan harus lewat depan bukan belakang.

Pasalnya, posisi bagian depan Balaikota menghadap ke utara, sehingga gerbang masuk melewati bagian depan.

“Selama ini pintu masuk kendaraan masuk dari gerbang timur sisi selatan. Padahal itu adalah bagian belakang kompleks Balaikota. Jadi kami sesuaikan sesuai dengan filosofi ini,” jelasnya.

Pihaknya pun akan kerap melakukan evaluasi pada perubahan akses masuk dan keluar ini. Pihaknya pun akan meminimalisir celah yang tidak aman dari beberapa sisi. Diantaranya adalah pengawasan dari kamera closed circuit television (CCTV).

“Kami juga terjunkan personel keamanan di pagar besi. Selain itu mencari solusi dampak masalah perubahan arus,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved