Breaking News:

Punya Kelainan Jari Jemari Lengket, Sekeluarga Emoh Berobat karena Khawatir Bernasib Buruk

Satu keluarga besar yang secara turun temurun punya jari jemari yang dinilai sebagai kutukan ini menerima keadaan mereka.

Daily Mail
Sebuah keluarga besar yang punya jari-jari saling berdempetan ini memilih menerima keadaan mereka dengan konsekuensinya. Mereka menolak operasi bedah dan mensyukuri keadaannya. 

TRIBUNJOGJA.COM - Satu keluarga besar yang secara turun temurun punya jari jemari yang dinilai sebagai kutukan ini menerima keadaan mereka.

Mereka tidak bersedia dibedah untuk memulihkan kelainan di anggota tubuh mereka.

Mereka tetap bisa hidup seperti umumnya orang yang mempunyai anggota tubuh normal, tapi keadaan keluarga ini memang dinilai memrihatinkan, sehingga mereka dianggap perlu menjalani operasi bedah agar anggota tubuh mereka bisa berfungsi lebih baik.

Mereka memang merupakan sebuah keluarga yang unik dan menjadi bagian dari kegiatan rutin kunjungan pelancong ke India.

Terdapat sebanyak 140 anggota keluarga ini yang mempunyai keunikan serupa di jari jemari mereka.

Mereka bisa dijumpai di kawasan Kannathu mereka merupakan sebuah klan yang berasal dari sebuah desa kecil di Alappuzha, sebuah wilayah di bagian Selatan India.

Mereka memang terlahir dengan kondisi unik di mana jari jemari mereka identik, tidak seperti pada umumnya manusia.

Mereka tidak mau menjalani operasi bedah agar jari jemarinya sama seperti orang pada umumnya.

"Kami tidak pernah melihat, operasi dengan pembedahan merupakan opsi yang harus kami ambil," kata Sarasu Kannathu (70).

Menurut dia, menjalani operasi bedah untuk memisahkan jari jemari mereka yang dempet akan menjadikan nasib mereka memburuk.

Faktanya, lanjut dia, mereka sudah lama hidup dengan kondisi yang disyukuri meski oleh sebagian pihak dianggap sebagai kutukan dari Dewa.

"Kami hidup secara normal tidak pernah mengalami kesulitan," katanya.

Juru bicara keluarga ini dengan tegas menyatakan alasannya terkait kemungkinan yang buruk akan mereka alami di kemudian hari.

"Jadi, kalau kami melakukannya, di kemudian hari, kami akan mengalami nasib yang buruk meski jari-jari kami menjadi seperti jari-jari pada umumnya orang," katanya.

Kekurangan yang diterima dengan penuh syukur itu malah mendatangkan berkah karena keluarga besar ini selalu menjadi daya tarik untuk dikunjungi oleh para pelancong dari dalam negeri dan luar negeri. (Dailymail, Warta Kota)

Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved