Muhammadiyah Bakal Punya Pesantren Sungai

Hal itu dimaksudkan agar masyarakat yang "nyantri"dan juga warga masyarakat sekitar ikut menjaga DAS dari kerusakan.

Tribun Jogja/ Victor Mahrizal
Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah beraudensi ke kantor Tribun Jogja, Selasa (16/5/2017) dalam rangka Pembukaan Sekolah Sungai Muhammadiyah yang akan dilaksanakan pada 18 Mei 20017 di Kali Code 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup bakal mempunyai sebuah wadah pendidikan non formal sebagai "penjaga" lingkungan di daerah aliran sungai (DAS) sehingga turut mengurangi resiko bencana.

“Pesantren Sungai bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan DAS. Sasaran Sekolah Sungai mulai dari masyarakat hingga pelaku usaha hingga komunitas,” kata Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Gatot Supangkat, di Kantor Tribun Jogja, Selasa (16/5/2017).

Gotot mengatakan masalah-masalahseperti pemanfaatan air hujan, pengelolaan sampah dan manajemen bencana akan menjadi silabus dalam Pesantren Sungai.

Hal itu dimaksudkan agar masyarakat yang "nyantri"dan juga warga masyarakat sekitar ikut menjaga DAS dari kerusakan.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang juga Ketua Pamerti Code, Totok Pratopo menambahkan Pesantren Sungai ini akan digerakkan mulai dari lingkup takmir masjid, sekolah- sekolah serta komunitas lintas agama yang peduli terhadap DAS.

"Kami ingin berakselerasi dengan semua elemen yang punya kepedulian terhadap DAS, dan mengubah mainset masyarakat bahwa alam adalah pusat ekosistem dan setiap orang punya kekuatan dan peran mencegah bencana sekecil mungkin,” jelasnya.

Pesantren Sungai ini, bakal menjadi pilot project yang diharapkan dapat diterapkan diseluruh wilayah Indinesia.

Pembukaan Sekolah Sungai Muhammadiyah ini akan dikaksanakan pada 18 Mei 20017 di Kali Code yang rencannya akan dihadiri menteri lingkungan hidup dan Ketua PP Muhammadiyah

Totok mengatakan Kota Yogyakarta termasuk daerah yang berada di DAS sungai besar yakni Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajahwong yang menjadi perhatian Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah untuk dibentuk Sekolah Sungai.

"Padatnya penduduk membuat pemukiman warga berada sangat mepet dengan bantaran sungai dengan kepadatan yang sangat rapat. Karenanya harus ada penanganan menyeluruh dari hulu ke hilir," ujarnya.(tribunjogja.com)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved