Breaking News:

Wow, 5 Wanita Ini Dipinang dengan Uang Panai dan Mahar Selangit

Uang panaik hanya diserahkan kepada perempuan dari suku Bugis, Makassar, dan Mandar.

Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Timur
Jaya Baramuli dan Andi Rahmaniar Idrus. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pada masa Kerajaan Bone serta Gowa dan Tallo, jika ada seorang laki-laki hendak meminang perempuan entah dari kalangan bangsawan maupun bukan, wajib menyerahkan uang panaik.

Jika tidak diserahkan, konsekuensinya adalah pinangan itu jelas ditolak.

Uang panaik hanya diserahkan kepada perempuan dari suku Bugis, Makassar, dan Mandar.

Uang panaik dimaksudkan sebagai penanda jika si laki-laki yang kelak akan menjadi suami akan mampu menafkahi istrinya.

Nah, sebaliknya, jika tidak mampu atau memiliki uang panaik, bagaimana mungkin kelak akan memberi nafkah.

Jika mampu memberi uang panaik berarti siap secara lahir batin untuk membangun bahtera rumah tangga.

Menikah pun tak cukup jika hanya bermodalkan cinta.

Uang panaik pada esensinya bukanlah uang untuk membeli calon istri.

Uang panaik adalah uang belanja atau mahar atau uang untuk membiayai pesta yang akan digelar keluarga calon mempelai perempuan.

Namun, seiring dengan perubahan zaman, esensi uang panaik mulai bergeser.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved