Jogja International Hospital Gelar Pelatihan dan Pemantapan Aktivasi Code Blue

Code blue adalah kode isyarat yang digunakan dalam rumah sakit yang menandakan adanya seorang pasien yang sedang mengalami serangan jantung

Penulis: sis | Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
PELATIHAN CODE BLUE - Suasana pelatihan sistem Code Blue yang digelar selama dua hari sejak Sabtu (6/5/2017) hingga Minggu (7/5/2017) di Auditorium RS Jogja International Hospital (JIH) tempo hari. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kegawatdaruratan dapat terjadi dimanapun dan kapanpun khususnya di lingkungan rumah sakit.

Kejadian ini pun bisa dialami oleh pasien, keluarga pasien, maupun petugas rumah sakit itu sendiri.

Sebagai contoh, kasus seseorang terjatuh lalu tidak sadarkan diri, maka nyawa orang ini tentu terancam sehingga mengakibatkan kegawatan.

Kasus tidak sadarkan diri pada seseorang bisa disebabkan karena mengalami serangan jantung, gagal nafas, hipoglikemia atau kurangnya gula dalam darah, dll.

Hal itulah yang melatarbelakangi Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) menyelenggarakan Pelatihan Sistem Code Blue.

Code blue adalah kode isyarat yang digunakan dalam rumah sakit yang menandakan adanya seorang pasien yang sedang mengalami serangan jantung, mengalami situasi gagal nafas akut, dan situasi darurat lainnya yang menyangkut dengan nyawa pasien.

Rumah sakit biasanya memiliki Tim Code Blue yang menjalankan, merawat dan mengevaluasi sistem code blue.

Adapun pelatihan sistem Code Blue yang digelar selama dua hari sejak Sabtu (6/5) hingga Minggu (7/5/2017) di Auditorium RS JIH ini bekerjasama dengan PERDATIN (Persatuan Dokter Anastesi dan Terapi Intensif) Wilayah Yogyakarta Departemen Anestesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.

Pelatihan ini diikuti oleh karyawan dari berbagai unit kerja non medis dan medis.

Direktur Utama RS JIH dr Mulyo Hartana, Sp.PD dalam sambutannya saat pembukaan pelatihan mengatakan, Sistem Code Blue ini diharapkan dapat memaksimalkan strategi pencegahan, aktivasi code blue rumah sakit, resusitasi jantung paru, dan penanganan respon cepat pada pasien yang mengalami kritis di lingkungan rumah sakit khususnya.

Nantinya tim code blue ini terdiri dari tim primer yang meliputi karyawan yang berada di garda depan yang harus paham betul dengan bagaimana menghadapi dan menyelamatkan pasien yang tiba-tiba tidak sadarkan diri untuk memberikan Bantuan Hidup Dasar.

Selanjutnya tim sekunder yang terdiri dari tim dokter dan perawat yang lebih ahli dan professional bergerak dalam penanganan lanjutan atau Bantuan Hidup Lanjut paparnya.

Penangan code blue ini memerlukan rangkaian prosedur dan protokol dari tim yang mempunyai pelatihan khusus sehingga penyelamatan nyawa pasien pada tahap kritis dapat ditangani.

Harapannya lewat pelatihan code blue system ini RS JIH mampu menyegarkan kembali pengetahuan tim code blue yang banyak terdiri dari anggota baru, serta mengulas dan memperbaiki kembali sistem code blue saat ini.(tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved