Pelaku UMKM Sulit Promosikan Produknya

Seorang perajin lurik tradisional asal Desa Bogor, Kecamatan Cawas. Padahal promosi sangat dibutuhkan untuk pemasaran produk UMKM.

Pelaku UMKM Sulit Promosikan Produknya
tribunjogja/angga purnama
Pelaku UMKM sedang membatik di showroom Dekranasda Klaten, Kamis (27/4.2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meski ada banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkembang di Kabupaten Klaten, namun hanya sebagian produk yang dikenal.

Hal ini lantaran pelaku UMKM masih kesulitan dalam mempromosikan produknya.

Promosi produk selama ini masih menjadi kendala bagi pelaku UMKM di Klaten. Terbatasnya modal dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) disebut-sebuy menjadi penyebabnya.

Hal ini diakui Slamet, seorang perajin lurik tradisional asal Desa Bogor, Kecamatan Cawas. Padahal promosi sangat dibutuhkan untuk pemasaran produk UMKM.

"Kemampuan UMKM sangat terbatas. Selama ini produk kami promosikan secara manual ke pasar maupun dititipkan di toko cinderamata," ungkapnya saat ditemui di gedung showroom Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Klaten, Kamis (27/4/2017).

Menurutnya promosi produk dilakukan secara mandiri dalam lingkup lokal. Dengan kondisi tersebut, produknya hanya dikenal di seputaran Klaten.

"Berbeda dengan industri debgan skala besar, promosinya pun luas. Pemasaran dan promosi selama ini masih menjadi kendala," paparnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Klaten, Sri Hartini mengatakan perkembangan UMKM di Klaten cukup pesat. Bahkan inovasi produk yang dihasilkan pun memiliki potensi pasar yang sangat besar.

"Kami mengamati perkembangan UMKM yang semakin beragam. Kualitas produk pun semakin baik dan potensinya sangat baik," katanya.

Sayangnya, UMKM di Klaten masih berjalan sendiri-sendiri. Termasuk dalam hal pemasaran dan promosi produk yang sebagian besar memanfaatkan internet dan media sosial.

Diakuinya sebagian UMKM dapat berkembang pesat melalui model pemasaran tersebut. Hanya saja, sebagian UMKM lainnya belum memahami model promosi dan pemasaran secara online.

"Sehingga kondisinya ada yang tertinggal. Mereka inilah yang harus dibantu mempromosikan produknya lebih luas lagi," ujarnya.(*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved