Jika Terbukti Bermasalah, Pemborong Diminta Kembalikan Anggaran
Sudah tiga kali kalangan dewan lakukan sidak. Tapi ternyata, kondisi Pasar Angkruksari tak kunjung membaik.
Penulis: usm | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan kalangan legislatif, yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Bantul ke Pasar Angkruksari sudah sering dilakukan.
Tercatat dari awal pembangunan sampai diresmikan, sudah tiga kali kalangan dewan lakukan sidak. Tapi ternyata, kondisi Pasar Angkruksari tak kunjung membaik.
Teranyar kalangan dewan lakukan sidak Senin (17/4/2017), mereka yang duduk di Komisi C DPRD Bantul geram. Karena berdasarkan informasi yang didapat, menyebutkan jika sejumlah fasilitas Pasar Angkruksari sudah pada rusak.
Padahal pasar tersebut baru saja diresmikan Jumat (31/3/2017), tapi sejumlah fasilitas kedapatan rusak dan banyak dikeluhkan masyarakat.
Karena sudah sering disidak, Ketua Komisi C DPRD Bantul, Wildan Nafis mengancam jika terus-terusan bermasalah dan tak kunjung ada perbaikan, pemborong dalam hal ini PT Citra Prasasti Konsorindo Semarang harus mengembalikan anggaran.
Apalagi proyek pembangunan pasar ini menelan anggaran besar, jumlahnya mencapai belasan miliar.
"Kalau berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memang bermasalah (pembangunannya). Kami meminta agar pemborong harus mengembalikan (anggaran)," ancam Wildan, saat ditemui di Pasar Angkruksari, Senin (17/4/2017).
Memang anggaran yang dihabiskan untuk membangun Pasar Angkruksari besar, sampai menelan Rp 12,3 miliar.
Kini, meskipun fasilitas pasar banyak yang rusak, namun sejumlah pedagang sudah mulai beraktivitas di pasar tersebut.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kemungkinan kecelakaan yang dialami pedagang akibat buruknya fasilitas pasar, dewan mendesak pihak terkait lekas lakukan perbaikan. "(Fasilitas) yang rusak mohon diperbaiki," lugasnya.
Di antara fasilitas pasar di Pasar Angkruksari yang rusak seperti sejumlah paving pasar. Tak hanya itu, keramik los pasar banyak yang mengelupas, retak, bahkan pecah.
Selanjutnya saluran irigasi yang mengelilingi los juga sudah rusak, karena tanahnya amblas akibat intensitas hujan tinggi. "Makanya kami meminta kalau ada yang tidak sesuai dengan spesifikasi, diperbaiki," sebutnya.
Selain paving dan keramik, pedagang Pasar Angkruksari juga mengeluhkan tidak adanya talang di bangunan los. Hal ini menjadikan air hujan kerap masuk pasar, menyebabkan keramik becek dan licin.
Tentu kondisi ini menjadi keprihatinan tersendiri, apalagi dibangunnya Pasar Angkruksari tak lain untuk membuat nasib pedagang agar lebih baik. "Laksanakan sesuai perencanaan," tegasnya.
Kepala Cabang PT Citra Prasasti Konsorindo, Sri Hartono mengaku jika sampai sekarang masih masuk masa perawatan pasar. Sehingga kini banyak pekerja yang masih memperbaiki sejumlah fasilitas pasar yang rusak.
Dia menyebut bakal terus lakukan perbaikan, kalau memang ada kerusakan pasar yang pihaknya tangani ini. "Kalau ada kerusakan pasti kami perbaiki," yakinnya.
Tatkala ditanya soal paving dan keramik pasar rusak, dia menyebut perkara ini bukan karena salah pengerjaan.
Tapi karena kondisi alam yang tidak bersahabat, seperti hujan deras yang menyebabkan tanah samping kanan kiri saluran irigasi amblas, menjadikan paving sekitar saluran irigasi rusak.
Sementara untuk keramik, dia berdalih karena karakteristik keramik yang memang mudah terkelupas dan pecah.
"Konsep yang direncanakan memang seperti ini. Lihat saja, yang tidak di samping kanan kiri saluran irigasi tidak masalah, tidak ada yang rusak," kilahnya. Untuk keramik mengelupas dan pecah pihaknya berjanji lekas memperbaiki.
Sementara terkait keluhan sejumlah warga atas ketiadaan talang, Hartono tak bisa berbuat banyak, dengan alasan sudah berada di luar kontrak kerja. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/komisi-c-dprd-bantul-saat-lakukan-sidak_20170418_093920.jpg)