Prostitusi Berkedok Panti Pijat Terbongkar Gara-gara Ratusan Kondom Bekas Sumbat Saluran Air

Aparat melakukan penggerebekan di sebuah panti pijat dan menangkap dua orang dengan tuduhan mengelola bisnis prostitusi ilegal

Prostitusi Berkedok Panti Pijat Terbongkar Gara-gara Ratusan Kondom Bekas Sumbat Saluran Air
net
kondom 

TRIBUNJOGJA.com, AUSTIN - Ratusan kondom bekas yang menyumbat pipa saluran pembuangan menggiring aparat keamanan membongkar bisnis prostitusi ilegal.

Aparat melakukan penggerebekan di sebuah panti pijat dan menangkap dua orang dengan tuduhan mengelola bisnis prostitusi ilegal dan sejumlah kejahatan lain.

Keterangan itu tertuang dalam laporan yang ada pada pihak kepolisian setempat, Selasa lalu, seperti dilansir Associated Press.

Awalnya, seorang agen ril estat yang baru saja mengambil alih sebuah properti memberitahu polisi tentang penyumbatan di tempat terapi pijat Jade, di Kota Austin, Texas, Amerika Serikat.

Dia mengungkapkan kepada polisi, bahwa para penyewa di kawasan itu meyakini bisnis yang ada di dekat mereka adalah bisnis pelacuran.

Atas laporan itu, aparat Kepolisian Austin menggelar sebuah penyelidikan, yang enam minggu kemudian berpuncak pada sebuah penggerebekan.

Penggerebekan dilakukan menyusul ditemukannya penyumbatan akibat kondom bekas pada pipa saluran pembuangan di dekat tempat itu.

Seorang perempuan yang juga merupakan salah satu pengurus di bisnis panti pijat itu kedapatan di dalam kamar bersama seorang pria dalam keadaan tanpa busana.

Belakangan, Juan Wang dan suaminya, Joseph Emery ditangkap dengan tuduhan menjalankan usaha pelacuran dengan mengguankan lebih dari dua perkerja seks komersial.

Berdasarkan catatan yang ada, belum ada pengacara yang terdaftar untuk membela kasus ini.

Sementara, sambungan telepon ke tempat usaha yang dituduh sebagai tempat pelacuran hanya masuk ke kotak suara.

Dalam dokumen kepolisian juga disebutkan, aparat menemukan uang tunai lebih dari 60.000 dollar AS di rumah Juan Wang.

Pasangan suami istri tersebut ditangkap pada bulan Maret lalu.

Dokumen pengadilan yang diserahkan pada bulan April ini menunjukkan kedua tersangka dituduh terlibat dalam kegiatan kriminal terorganisasi untuk mempromosikan prostitusi dan pencucian uang. (*)

Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved