Panen Perdana Cabai dan Beras Picu Deflasi
Angka ini menurun cukup tajam dibanding bulan Februari 2017 yang mengalami inflasi sebesar 0,37%.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Deflasi yang dialami DIY pada Maret 2017 0,06% lebih rendah dibandingkan nasional yang tercatat sebesar 0,02%.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY mencatat, kelompok volatile food tercatat mengalami deflasi 0,85%.
Angka ini menurun cukup tajam dibanding bulan Februari 2017 yang mengalami inflasi sebesar 0,37%.
Hal ini dipengaruhi oleh penurunan inflasi sejumlah komoditas bahan makanan antara lain, beras, cabai merah dan cabai rawit.
Sesuai periode musim panen, ketiga komoditas tersebut mengalami panen perdanan Maret 2017 sehingga menyebabkan penurunan tekanan inflasi volatile food.
"Kelompok ini tercatat mengalai deflasi 0,02%. Masih rendahnya demand terhadap bahan baku bangunan mempengaruhi penurunan tekanan kelompok inti. Selain itu, sejumlah komoditas makanan jadi turur mengalami penurunan inflasi inti seperti wafer, minuman ringan dan gula pasir," terang Kepala Kantor Perwakilan BI Yogyakarta, Budi Hanoto, Rabu (5/4).
Lanjut Budi, di satu sisi, kelompok administered prices mengalami inflasi 0,35% sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,32%.
Adanya penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan 900 VA non subsidi khususnya sistem prabayar, bisa menahan laju deflasi lebih dalam.
"Untuk menjaga stabilitas inflasi DIY, kami bersama TPID dan Pemerintah DIY terus menjalankan berbagai program terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Di antaranya mempercepat replikasi Kios Segoro Amarto, melakukan operasi pasar dan pasar murah dan perluasan Rumah Pangan Kita hingga ke RW," terang Budi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/deflasi_20170405_234238.jpg)