Penggugat PAG Ditantang Nyekar Malam Hari ke Imogiri

Pihak penggugat intervensi juga menantang kubu lawan untuk nyekar atau berziarah malam hari ke makam GKR Pembayun di kompleks makam raja Mataram.

Penggugat PAG Ditantang Nyekar Malam Hari ke Imogiri
tribunjogja/singgih wahyu
Perataan lahan groundbreaking bandara. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Polemik seputar klaim ahli waris dan kepemilikan atas lahan Paku Alam Ground (PAG) terdampak bandara dimungkinkan terus berlanjut meski gugatannya ditolak pengadilan Negeri Wates.

Pihak penggugat intervensi dalam gugatan ini bahkan menantang penggugat asal untuk secara langsung mengonfirmasikan silsilah keturunan kepada Keraton Hadiningrat Surakarta.

Tak hanya itu, pihak penggugat intervensi juga menantang kubu lawan untuk nyekar atau berziarah malam hari ke makam GKR Pembayun di kompleks makam raja Mataram di Imogiri, Bantul.

Hal ini dinilai perlu dilakukan mengingat hanya keturunan langsung saja yang boleh masuk ke area tersebut. Antara lain para anak, cucu, dan cicit.

Kuasa hukum pihak penggugat intervensi, Mohammad Andre Tjakraningrat mengatakan semua itu perlu dilakukan untuk membuktikan kebenaran atas silsihan keturunan dan hak ahli waris dari keturunan Paku Buwono X dan GKR Pembayun.

Pihaknya menuding, para penggugat dalam perkara ini atas nama Suwarsi dan rekan-rekannya hanya berupaya mendapatkan dana kompensasi pembebasan lahan untuk pembangunan bandara dengan mengaku sebagai ahli waris dan memanipulasi silsilah.

Patut diduga tindakan tersebut merupakan rangkaian penipuan dan masuk dalam ranah hukum pidana.

Maka itu, pihaknya menantang penggugat untuk bersama-sama datang menghadap ke Keraton Hadiningrat Surakarta dan secara langsung meminta kejelasan garis keturunannya.

“Sebenarnya ada dua cara mudah untuk membuktikannya. Pertama, meminta keterangan silsilah secara langsung kepada instritusi yang berwenang (Kraton Surakarta). Kedua, nyekar ke pasarean Imogiri di malam hari serta menanyakan letak makam GKR Pembayun kepada juru kunci makam,” kata Andre yang juga menyatakan diri sebagai cicit GKR Pembayun, Minggu (2/4).

Pihak penggugat juga dimintanya mengklarifikasi asal muasal kepemilikan dokumen lahan sengketa yang diklaim asli tersebut.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved