Museum Wayang Kekayon Yogyakarta, Melestarikan Budaya Jawa Melalui Wayang
Museum Wayang Kekayon merupakan museum yang mengedukasi wisatawan tentang kebudayaan Jawa melalui wayang.
Penulis: gsk | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Salah satu museum di Yogyakarta yang mengusung misi melestarikan kebudayaan adalah museum Wayang Kekayon.
Museum Wayang Kekayon merupakan museum yang mengedukasi wisatawan tentang kebudayaan Jawa melalui wayang.
Cerita-cerita Mahabarata dan Ramayana hingga cerita perjalanan kerajaan-kerajaan Mataram kuno, diceritakan melalui berbagai macam bentuk dan karakter tokoh wayang.
Walau begitu museum Wayang Kekayon juga memperlihatkan bagaimana kebudayaan lain juga mempengaruhi perkembangan kebudayaan Jawa.
Di museum tersebut juga di pajang beberapa petilasan yang menggambarkan pengaruh kebudayaan luar yang masuk ke Indonesia.
Di antaranya pancuran air bidadari yang merupakan pengaruh dari barat (Eropa).
Lalu ada juga klenteng yang menggambarkan masuknya kebudayaan Tionghoa, di depan pintu gerbang museum tersebut terdapat patung singa yang melambangkan pengaruh Budha di Indonesia.
Lalu di belakang museum tersebut juga terdapat replika Masjid Kudus petilasan kerajaan Demak.
Menurut Novi salah seorang pengelola museum Wayang Kekayon, Museum yang mengoleksi 5.464 wayang tersebut selesai dibangun pada tahun 1980.
"Museum ini selesai dibangun pada tahun 1980 dan diresmikan pada tanggal 5 Januari 1991oleh Sri Paduka Pakualam yang ke-8,"ujar Novi.
Ia juga menambahkan bahwa museum tersebut resmi dibuka sebagai kunjungan wisata pada tahun 1992.
Novi menjelaskan bahwa Koleksi wayang di Museum tersebut juga ada yang dibagi menjadi tiga cara terkait berdasarkan tata display.
Ketiga display tersebut dibagi berdasarkan kisah-kisah pewayangan dari masa ke masa, diantaranya wayang kulit Purwo yang mengisahkan cerita Ramayana dan Mahabharata.
Lalu ada juga Wayang Kulit Madyo Kisah cerita tentang pascabaratayudha, yang sudah masuk juga ke dalam kisah kerajaan-kerajaan di Jawa dan yang terakhir adalah wayang kulit Gedhog yang sudah menurunkan cerita rakyat.
Meski demikian, koleksi wayang di museum tersebut, ada juga yang dari mancanegara, salah satunya yaitu wayang Potehi yang berasal dari jepang. Memasuki museum tersebut pengunjung, akan melewati tujuh unit ruangan, dimana masing-masing ruangan tersebut mempunyai cerita kisah peradaban pewayangan.
Museum yang berada di Jalan Jogja-Wonosari KM 7 itu, sebagian Koleksi wayang yang dipajang adalah milik Prof.dr.Soejono Prawiro Hadikusumo, dan juga sebagian lagi adalah hibah dari orang-orang.
Jam buka museum tersebut mulai pukul 08.30 hingga 14.00 di hari Senin sampai Jumat.
Jika Sabtu dan Minggu hanya sampai pukul 12.00 WIB. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/museum-kekayon3_20170331_182221.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/museum-kekayon2_20170331_182044.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/museum-kekayon_20170331_181934.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/museum-kekayon5_20170331_182150.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/museum-kekayon4_20170331_182009.jpg)