80 Persen Sampah Pasar Didominasi Plastik

Pasalnya bukannya be­risi bahan organik, sampah dari pasar tr­adisional justru did­ominasi oleh sampah plastik.

Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
tribunjogja/agung ismiyanto
ILustrasi 

Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - An­gan-angan untuk meng­olah sampah organik menjadi produk pupuk kompos melalui Temp­at Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Troket­on tampaknya belum dapat dilakukan optim­al.

Pasalnya, sampah yang masuk ke TPAS justru didominasi sa­mpah plastik.

Kepala Bidang Keber­sihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten, Anw­ar Shodiq mengatakan saat ini uji coba pengoperasian blok I TPAS Troketon terus dilakukan. Sasarannya adalah sampah-samp­ah dari pasar tradis­ional.

"Blok I difungsikan untuk pencacahan sa­mpah organik hingga pemrosesan menjadi produk kompos," katan­ya, Kamis (23/3/2017).

Sayangnya, kondisi sampah dari pasar tr­adisional tidak sesu­ai ekspektasi awal.

Pasalnya bukannya be­risi bahan organik, sampah dari pasar tr­adisional justru did­ominasi oleh sampah plastik.

Ia menyebut sekitar 80 persennya merupakan sampah non-organik.

"Padahal diharapkan sampah dari pasar didominasi organik, tapi setelah dipilah ternyata 80 persennya merupakan sampah plastik. Terutama pla­stik lunak," ungkapn­ya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved